27 September 2021 - 03:58
Peziarah Azerbaijan Ungkap Pentingnya Ziarah Arbain

"Imam Shadiq as mengatakan tentang ziarah Arbain bahwa siapa pun yang menziarahi makam Imam Husain as dengan berjalan kaki, maka setiap langkahnya akan dicatat sebagai pahala."

Menurut Kantor Berita ABNA, salah seorang peziarah Arbain dari Republik Azerbaijan Rafat Zakraoglu dalam wawancaranya dengan kontributor ABNA, menjelaskan alasannya melibatkan diri dalam acara tahunan keagamaan tersebut. "Menurut sebuah riwayat dari Imam Hasan al-Askari as, seorang mukmin memiliki lima tanda, diantarannya adalah melakukan ziarah Arbain." Ungkapnya. 

Pemuda dari kota Masalli tersebut lebih lanjut mengatakan, "Imam Shadiq as mengatakan tentang ziarah Arbain bahwa siapa pun yang menziarahi makam Imam Husain as dengan berjalan kaki, maka setiap langkahnya akan dicatat sebagai pahala. Sayidah Zainab sa datang ke Karbala dari Syam untuk menziarahi jenasah saudara laki-lakinya. Oleh karena itu, Syiah juga menghidupkan tradisi tersebut dengan menziarahi Imam Husain as untuk menapaktilasi perjalanan Sayidah Zainab sa. Kita harus bersyukur kepada Allah swt bahwa jumlah peziarah Arbain meningkat setiap tahunnya.

Rafat Zakraoglu adalah salah seorang santri hauzah ilmiah di Najaf. Ia telah berada di kota suci tersebut selama tujuh tahun. Ia mengungkapkan harapannya bahwa dia akan kembali ke tanah airnya setelah menyelesaikan studinya dan mengabdi pada komunitas muslim Ahlulbait di negaranya.

Zakraoglu menambahkan, "Selama tujuh tahun ini, saya rutin ikut dalam longmarch Arbain. Saya hanya sekali tidak menghadiri Arbain tahun lalu karena situasi pandemi dan sedang berada di Azerbaijan. Alhamdulillah, tahun ini bisa kembali berziarah dan berkhidmat terhadap para peziarah."

Lebih lanjut Zakraoglu mengatakan tentang pentingnya pawai Arbain yang melibatkan jutaan orang tersebut. "Banyak spiritualitas yang diperoleh dari longmarch Arbain ini bagi para peziarah.  Pada dasarnya, Imam Husain as telah mengajarkan kita kebebasan dengan revolusinya. Imam Husain mengajarkan kita slogan pantang hina. Bahkan non-Muslim dari Amerika Serikat, Inggris dan Jerman menyukai jalan dan revolusi Imam Husain as. Mereka mengatakan bahwa Imam Husain memilih jalan yang benar dan menaati perintah Allah. Mereka mengatakan bahwa jika Anda memiliki seorang pria seperti Imam Husain as sebagai imam, seharusnya situasi Anda seharusnya jauh lebih baik."

Santri teologi tersebut mengatakan, "Pelajaran terpenting yang kita petik dari kebangkitan Asyura adalah kebebasan dan kemerdekaan. Manusia harus bebas. Jika manusia tidak bebas, dia tidak akan mencapai apapun. Tuhan menciptakan kita bebas, tetapi kebebasan tidak berarti bahwa manusia melakukan apa pun yang diinginkannya dan tidak menaati siapa pun."

Menyatakan bahwa kebebasan dan kemerdekaan adalah salah satu pesan Arbain, ia menambahkan, "Manusia harus bebas dan tidak didominasi dan ditindas oleh siapa pun. Peziarah yang mengunjungi Imam Husain as harus berpikir, mengapa saya pergi seperti ini? Pada setiap langkah, peziarah harus mengingat dalam pikirannya bahwa Imam Husain as memikirkan kaum Syiah dan menolak tunduk kepada Yazid. Oleh karena itu, kita juga tidak boleh tundah dan  bersumpah setia kepada penindas."

Menanggapi pertanyaan, apa tugas terpenting umat Islam di zaman sekarang, Zakraoglu berkata, "Ayatullah al-Uzhma Sistani ditanya apa yang harus dilakukan peziarah Imam Husain as untuk kedatangan Imam Zaman  afs? Dia menjawab, "Lakukan kewajiban sebagaimana yang Ahlulbait as katakan dan hindari larangan sebagaimana diperintahkan Ahlulbait as. Sehingga ketika Imam Zaman afs kita telah terbiasa berada dalam ketaatan dan tidak melakukan pembangkangan."

Mengenai jumlah jamaah Arbain dari Azerbaijan, dia mengatakan, "Tahun ini, karena masih dalam situasi pandemi penyebaran wabah COVID-19, peziarah Arbain dari Azerbaijan turun drastis. Setidaknya ada lebih seribu orang dari Turki dan Azerbaijan yang mengikuti pawai Arbain tahun ini."