Menurut Kantor Berita ABNA, Kantor berita ILNA hari Sabtu (21/8/2021) melaporkan, Juru Bicara Taliban, Soheil Shahen mengatakan bahwa kelompok itu memandang Cina dan Turki sebagai mitra terpenting dalam rekonstruksi Afghanistan.
"Kami membutuhkan persahabatan, dukungan, dan kerja sama dengan Turki lebih dari negara lain mana pun.Afghanistan kaya akan sumber daya alam, tetapi tidak mungkin untuk mengolahnya sendirian, karena penghancuran infrastruktur oleh penjajah," ujar jubir Taliban
"Kami ingin bekerja sama dengan Turki di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, konstruksi dan pengolahan sumber daya alam," tegasnya.
Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan setelah menguasai sebagian besar wilayah negara ini dan akhirnya memasuki Kabul pada 15 Agustus, dan sekarang mencari legitimasi dari masyarakat internasional.(PH)
342/