Menurut Kantor Berita ABNA, Atas keputusan ini, Hujjatul Islam Mohseni-Ejei akan menggantikan Ebrahim Raisi yang memenangkan pemilu presiden 18 Juni dan sekarang berstatus presiden terpilih Iran.
Dalam dekritnya, Rahbar meminta Hujjatul Islam Mohseni-Ejei untuk memperluas penggunaan teknologi baru di lembaga peradilan, menempatkan orang-orang yang mau bekerja keras dan dapat dipercaya, melanjutkan perjuangan serius melawan korupsi, dan membangun hubungan langsung dengan masyarakat.
Ayatullah Khamenei juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Raisi atas jasa-jasanya selama memimpin Mahkamah Agung Iran. (RM)
342/