Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal gerakan Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menyampaikan pidato Selasa malam, 8 Juni 1400, pada peringatan 30 tahun dibentuknya jaringan Al-Manar.
Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon tersebut mengawali orasinya dengan menyampaikan kondisi kesehatannya. Ia berkata, "Pertama-tama, saya berterima kasih kepada semua pecinta dan kasih sayang yang mereka miliki untuk saya. Saya berterima kasih kepada semua pecinta, dan saya bangga dengan kecintaan itu. Alhamdulillah saya menginformasikan bahwa saya dalam keadaan sehat. Dan kita akan terus seperti ini bersama-sama, insya Allah."
Sayyid Hassan Nasrallah menambahkan, "Saya bersyukur kepada Allah swt bahwa Anda dan saya masih memiliki harapan bahwa kita akan berdoa bersama di Masjid Al-Aqsa Mubarak."
Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembentukan, keberhasilan dan pengembangan jaringan Al-Manar. "Al-Manar bukanlah jaringan yang mencari keuntungan finansial atau memiliki niat menghasut atau memprovokasi, melainkan stasiun ini dibentuk menyeruakan perjuangan pembebasan Palestina."
"Motivasi utama Al-Manar untuk siaran satelit adalah Intifada Palestina, dan ini menunjukkan bahwa Al-Manar adalah jaringan perjuangan Palestina." Tambahnya.
Mengacu pada peringatan haul Imam Khomeini, pendiri Revolusi Islam Iran, Sekjen Hizbullah ini mengatakan, "TV Al-Manar didirikan oleh mahasiswa dan pecinta Imam Khomeini. Imam Khomeini telah menghidupkan kembali bangsa ini dan menghidupkan kembali Islam pada abad ke-20. Dia menawarkan umat manusia sebuah alternatif untuk peradaban di zaman ini. Ini menghidupkan kembali semangat revolusi melawan penindasan dan semangat perlawanan terhadap para penguasa arogan."
Sekjen gerakan Hizbullah Lebanon menambahkan, “Dengan dimulainya agresi Saudi terhadap Yaman, saluran Al-Manar adalah suara rakyat Yaman yang tertindas, dan konsekwensinya adalah Al-Manar adalah bahwa saluran itu diblokir dari satelit-satelit Arab. Syarat mereka agar Al-Manar kembali dapat diakses melalui satelit itu adalah berhenti berbicara tentang pembunuhan anak-anak dan warga sipil oleh koalisi Saudi yang menyerang Yaman."
Dia menambahkan, "Hari ini, Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menderita kekalahan tragis dan mencari jalan keluar dari perang Yaman. Sejak hari pertama agresi terhadap Yaman, kami sangat percaya pada kekuatan rakyat untuk stabilitas dan kemenangan. Apa yang gagal mereka capai melalui agresi militer, mereka ingin capai melalui sanksi ekonomi dan pengepungan rakyat Yaman."
Sekjen Hizbullah melanjutkan, “Amerika Serikat menerima rencana Arab Saudi dan memperkenalkan dirinya sebagai penolong dalam mengakhiri perang melawan Yaman, sementara negara itu memainkan permainan penipu dan menyesatkan karena ingin mengakhiri perang dan melanjutkan pengepungan. Apa yang kami derita di Lebanon hari ini adalah bagian dari masalah yang telah diderita rakyat Yaman selama bertahun-tahun. Para agresor ingin tim perunding Yaman tetap berada di bawah tekanan kemiskinan dan pengepungan untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang justru merugikan."
Sayyidd Hassan Nasrallah berkata, "Sejak perang 33 hari di tahun 2006, Al-Manar telah siap dan hadir dan dikorbankan. Dengan berbagai cara pihak musuh ingin agar stasiun ini tidak lagi mengabarkan fakta dan kebenaran yang sebenarnya namun sampai hari ini, Al-Manar tetap ada, gambar dan suara dari media ini masih ada dan tidak hilang."
Di bagian lain sambutannya, Sekjen Hizbullah, sambil memuji dan berterima kasih atas upaya TV Al-Manar, menambahkan, "Apa yang terjadi di Palestina, Masjid Al-Quds dan Al-Aqsha menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi kejahatan dan musuh yang bodoh yang mungkin akibat dari krisis internal akan hancur dengan sendirinya."
Sayyidd Hassan Nasrallah menambahkan, "Netanyahu dikalahkan hari ini dan berada dalam krisis. Dia mungkin memiliki pilihan yang berbeda dan kebodohan untuk keluar dari krisis. Netanyahu mungkin telah menggunakan serangkaian opsi. Dia mengancam isu program nuklir Iran dan mungkin melakukan kebodohan di Yerusalem."
Sekretaris Jenderal Hizbullah di Lebanon menyatakan, "Orang-orang Palestina di Gaza, Yerusalem dan Tepi Barat bertekad untuk mendukung Yerusalem dan tempat-tempat suci, dan semua umat Islam harus bertindak secara bertanggung jawab. Masjid Quds dan Al-Aqsha adalah subjek seluruh umat Islam."
Seyyed Hassan Nasrallah mengumumkan, "Jaringan Al-Manar bertindak dalam tanggung jawabnya dalam memerangi terorisme dan proyek pembebasan Al-Jaroud di Lebanon dan tanah Palestina."
Disebutkan Al-Manar adalah salah satu stasiun TV dan radio utama di Lebanon yang dimiliki oleh Hizbullah. Stasiun ini sering memberitakan pandangan-pandangan Hizbullah dan peristiwa-peristiwa terkait perjuangan gerakan Muqawamah.