Menurut Kantor Berita ABNA, Benjamin Netanyahu, Minggu (6/6/2021) seperti dikutip Jerusalem Post kepada Faksi Likud mengatakan bahwa Israel berada di bawah tekanan kuat AS untuk menerima keputusan Washington kembali ke kesepakatan nuklir Iran.
Ia memperingatkan agar dalam pengambilan keputusan terkait Iran, tidak melibatkan Ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid, Ketua Partai Buruh, Merav Michaeli, dan Ketua Partai Meretz, Nitzan Horowitz.
Netanyahu menambahkan, “Jika AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran, maka tim keamanan dalam kabinet baru yang diisi Yair Lapid, Merav Michaeli dan Nitzan Horowitz tidak akan menyetujui aksi-aksi berani di dalam wilayah Iran.”
Menurut Netanyahu, pemerintah baru Israel yang bergantung pada pendukung “teror” tidak akan bisa mengambil langkah konsisten dan sistematis terkait kelompok perlawanan Palestina di Gaza, dan diragukan dapat melawan keputusan Mahkamah Pidana Internasional, ICC terkait Israel Defense Forces, IDF.
“Pemerintah baru Israel di bawah Naftali Bennett tidak akan mampu menahan tekanan AS yang ingin kembali ke perjanjian nuklir Iran, padahal perjanjian itu akan mengancam kita dengan bom atom Iran,” pungkasnya. (HS)
342/