Menurut Kantor Berita ABNA,Seperti dilaporkan Iran Press, Mohammad Javad Zarif Sabtu (8/5/2021) di akun Twitternya menulis, "Ketika kami berusaha menghidupkan kembali JCPOA di Wina, kita perlu mengingatkan bagaimana masalah ini dimulai."
Seraya mengisyaratkan keluarnya pemerintahan Donald Trump, mantan presiden AS dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Zarif menulis, seorang badut hitam tiga tahun lalu melanggar komitmen AS di JCPOA dan Resolusi 2231 Dewan Keamanan.
"Komitmen berada di pundak Amerika Serikat," tulis Mohammad Javad Zarif.
Zarif juga menulis, Presiden AS saat ini, Joe Biden harus mengambil keputusan untuk mengakhiri pelanggaran hukum negeri ini.
Dengan keluarnya AS dari JCPOA dan langkah Washington melanggar komitmennya, Republik Islam Iran memutuskan untuk menangguhkan sejumlah komitmennya di kesepakatan nuklir.
Republik Islam Iran menekankan akan kembali menjalankan komitmen penuhnya di JCPOA ketika AS mencabut seluruh sanksi terhadap Tehran dan pencabutan sanksi tersebut nantinya akan diverifikasi oleh Iran. (MF)
342/