Menurut Kantor Berita ABNA, Menhan AS Lloyd Austin memerintahkan pembentukan tim kerja baru untuk mencatat ulang definisi aktivitas-aktivitas ekstrem yang dilarang di tubuh militer, memperbarui kuesioner terkait rekam jejak calon tentara baru dalam rekruitmen, dan melatih pasukan untuk meninggalkan kecenderungan pada kelompok ekstrem.
Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan sebagian kelompok ingin memanfaatkan kemampuan berperang veteran Angkatan Bersenjata AS.
"Jumlah tentara AS yang mendukung ideologi ekstrem, sedikit, namun jumlah sedikit ini dapat mengakibatkan efek yang korosif," imbuhnya.
John Kirby menegaskan, pada Februari 2021, Menhan AS sudah memerintahkan militer AS mengikuti pelatihan wajib seputar ekstremisme selama 60 hari, dan itu sudah selesai. (HS)
342/