Menurut Kantor Berita ABNA, , Kemenlu Bolivia dalam sebuah statemen hari Minggu (28/3/2021), mengecam seruan Blinken dan menyatakan pernyataan seperti itu adalah contoh intervensi yang disesalkan dalam urusan internal negara lain.
“Bolivia telah memperoleh kembali demokrasi sejak pelantikan Presiden baru Luis Arce pada 8 November 2020,” tambahnya.
Menlu AS pada Sabtu lalu, meminta pemerintah Bolivia untuk membebaskan para mantan pejabat negara itu yang ditahan.
Jeanine Anez ditahan baru-baru ini atas tuduhan mendukung terorisme, melakukan penghasutan, dan mengarahkan kudeta 2019 untuk menggulingkan Presiden Evo Morales. (RM)
342/