27 Maret 2021 - 08:56
Fakta Getir Enam Tahun Perang Yaman

Perang yang disulut koalisi agresor pimpinan Arab Saudi di Yaman telah memasuki tahun ketujuh pada hari Jumat, 26 Maret 2021.

Menurut Kantor Berita ABNA, Lalu, bagaimana sebenarnya fakta tentang perang ini. 

Pertama, di dunia saat ini kekuasaan di suatu negara tidak dapat ditentukan oleh perang melawan satu negara lain. Hal ini berbeda dengan konflik internal, karena konflik internal, separah apapun dapat menyebabkan pergantian kekuasaan. Hal ini terlihat pada tahun 2011 di Tunisia, Mesir, Libya, juga  Yaman, meskipun konflik di negara-negara tersebut tidaklah sama.

Masalahnya, Arab Saudi melancarkan perang melawan Yaman pada 26 Maret 2015, dengan partisipasi UEA dan beberapa negara lain dengan tujuan untuk mengembalikan Abd Rabbuh Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan di Yaman, dan menggulingkan Ansarullah dari pucuk kekuasaan. Sebaliknya, Ansarullah dan sekutunya membentuk pemerintahan di Sanaa dan hari ini adalah aktor politik paling terorganisir di Yaman.

Kedua, koalisi agresor pimpinan Saudi tidak pernah menjadi kekuatan yang kohesif. Meskipun koalisi awalnya melancarkan serangan terhadap Yaman dengan kekuatan 10 negara, namun kemudian runtuh, bahkan kehadiran UEA dan Arab Saudi secara bersamaan tidak memiliki tujuan yang sama.

Pasalnya, UEA memfokuskan untuk menginfiltrasi Yaman selatan dan memperkuat posisi regionalnya. Tetapi Arab Saudi menghadapi ancaman internal dari serangan rudal dan drone Yaman, dan khawatir menghadapi kekalahan besar dalam perang tersebut. Oleh karena itu, Arab Saudi tidak mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dalam situasi saat ini, yang tidak memiliki keunggulan sesuai dengan kepentingannya.

Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal Ansarullah, Sayyed Abdul Malek Badruddin al-Houthi, pada hari Kamis (25/3/2021) di akhir tahun keenam perang mengatakan terlepas dari semua fakta yang terjadi, hingga kini Arab Saudi belum mengambil pelajaran dari kesalahannya selama ini. 

Ketiga, Arab Saudi adalah pecundang terbesar dan Israel adalah pemenang perang terbesar melawan Yaman. Tidak hanya gagal memenangkan perang dalam waktu dua pekan, seperti yang diklaim di awalnya, Arab Saudi juga terjebak ke dalam rawa konflik Yaman setelah enam tahun.

342/