Menurut Kantor Berita ABNA, "AS, Prancis dan Arab Saudi sedang mengejar kebijakan yang melemahkan pemerintah, perlawanan, dan perpecahan di Lebanon. Dan 'pada koin kedua' adalah normalisasi hubungan dengan rezim palsu (Israel) dan melemahkan Lebanon," tulis Amir-Abdollaian di akun twitternya, seperti dikutip Fars News, Jumat (26/3/2021).
Dia menambahkan, tidak diragukan lagi bahwa segitiga perlawanan, militer dan pemerintah Lebanon adalah pemenang utama dalam kasus ini.
"Iran sangat mendukung keamanan, stabilitas, dan ekonomi Lebanon yang dinamis," pungkasnya. (RA)
342/