Menurut Kantor Berita ABNA, Dia menulis, diplomasi dan perilaku koersif AS terhadap pihak lain tidak dimulai dengan Donald Trump, mantan Presiden AS dan tidak akan berakhir setelah dia.
"Kami tidak bermaksud mengganggu bulan madu siapa pun, tetapi tampaknya diplomasi gaya Pompeo akan tetap ada dan kokoh," tulis Khatibzadeh seperti dilansir IRNA, Kamis (25/3/2021).
Jubir Kemlu Iran menambahkan, ini harus menjadi lonceng peringatan baru bahwa perilaku koersif AS terhadap pihak lain tidak dimulai dengan Trump dan tidak akan berakhir setelah dia.
"Saran yang ramah buat Troika dan Uni Eropa: milikilah sedikit keberanian," pungkasnya. (RA)
342/