Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilansir Kantor Berita Nasional Irak (NINA), Salih pada hari Kamis (18/3/2021) menuturkan keputusan untuk mengakhiri kehadiran pasukan AS dan pasukan negara lain di Irak telah dibuat dan saat ini jumlah mereka tidak lebih dari 2.500 personel.
Namun, Sekjen NATO Jeans Stoltenberg baru-baru ini mengatakan Aliansi berniat menambah jumlah tentaranya di Irak dari 500 personel saat ini menjadi sekitar 4.000 atau 5.000.
Pasukan AS telah menduduki Irak sejak tahun 2003. Masyarakat dan kelompok-kelompok Irak berulang kali menuntut penarikan pasukan AS, dan parlemen Irak juga telah mensahkan undang-undang terkait penarikan pasukan AS. (RM)
342/