18 Maret 2021 - 13:29
IRGC: Pembunuh Syahid Soleimani harus Menanggung Akibatnya

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan fokus IRGC adalah meningkatkan kekuatannya untuk melawan strategi Amerika Serikat dan Zionis.

Menurut Kantor Berita ABNA, Brigadir Jenderal Ramazan Sharif dalam wawancara dengan Radio Tehran, Kamis (18/3/2021), menambahkan IRGC lahir dari Revolusi Islam.

"Selama 43 tahun terakhir, konfrontasi Republik Islam Iran dengan Amerika, Zionis, dan kemudian dengan sekutu mereka selalu terjadi," ujarnya.

Brigjen Sharif menegaskan AS adalah pelaku pembunuhan Komandan Pasukan Quds IRGC Syahid Qasem Soleimani dan ribuan syahid lainnya, dan mereka harus menanggung akibatnya.

"PBB tidak mampu menghukum para penjahat. Meskipun kejahatan ini dikejar melalui pengadilan, tetapi kami tidak optimis itu akan terwujud dan kami pasti akan menggunakan cara mereka sendiri," tandasnya.

Menurutnya, saat ini musuh memiliki posisi terlemah dalam 43 tahun terakhir meskipun bersuara lantang, sementara Republik Islam berada pada posisi terkuatnya. (RM)

342/