Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Jumat (12/2/2021) mengatakan, Amerika jika bersikeras melanjutkan kesepakatan dua dekade penempatan militernya di Filipina, maka Washington harus membayar biayanya karena ini tanggung jawab bersama dan saham Amerika tidak gratis.
Presiden Filipina tahun lalu sebagai protes atas penentangan Amerika menerbitkan visa, secara sepihak membatalkan kesepakatan penting militer dengan Amerika Serikat terkait penempatan militer negara ini wilayah Filipina.
Disebutkan sebelumnya juga waktu penarikan militer Amerika dari Filipina diperpanjang dua kali.
342/