Menurut Kantor Berita ABN, salah seorang ulama marja taklid Syiah, Ayatullah al-Uzham Basyir Najafi mengeluarkan pernyataan bela sungkawa secara tertulis atas wafatnya Emir Kuwait Syaikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah pada Selasa (29/9).
Dalam pesan tertulis tersebut, disebutkan, "Berita meninggalnya kesayangan umat Arab, pelayan rakyat dan negara sahabat Kuwait yang mulia Emir Syaikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah setelah sepanjang usianya berkhidmat pada tanah airnya, adalah berita duka bagi umat Islam dan umat Arab."
Selanjutnya tertulis, "Kepada Allah swt kita berharap agar almarhum mendapat rahmat dan mendapatkan pahala atas semua amalan baiknya yang telah dilakukan sepanjang hayatnya. Kepada keluarga besar almarhum dan kepada seluruh rakyat Kuwait, kami mengucapkan turut berbela sungkawa dan kami berharap agar semua perkhidmatan yang mulia Syaikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah kepada rakyat dan negara Kuwait tetap akan dilanjutkan oleh para penerusnya."
Disebutkan Dewan Kerajaan Kuwait pada Selasa (29/9) di statemennya menyatakan, Syaikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah meninggal dunia.
Televisi resmi Kuwait memutus siarannya dan menggantikannya dengan pembacaan ayat suci al-Quran. Syaikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah lahir 16 Juni 1929 dan meninggal dunia hari Selasa (29/9) di usia 91 tahun di rumah sakit Amerika Serikat. Ia berkuasa di Kuwait mulai 29 Januari 2006.