Menurut Kantor Berita ABNA, Sabtu (10/10/2020) melaporkan, Moqtada Sadr menekankan upaya pembersihan para koruptor, dan orang bayaran dari instansi keamanan Irak.
Ia mengatakan, fitnah musuh saat pemilu Irak harus dilawan, sehingga pemilu bisa terlaksana secara jujur dan adil.
Di sisi lain, Perdana Menteri Irak, Mustafa Al Kadhimi sebelumnya mengumumkan, pemilu dini di Irak akan diselenggarakan pada 6 Juni 2021.
Moqtada Sadr juga menetapkan sejumlah syarat untuk para demonstran Irak, termasuk dipatuhinya aturan, tidak merusak fasilitas publik, dan pribadi, mencegah kontak fisik, dan tindakan hukum bagi para pelanggar. (HS)
342/