15 Juli 2020 - 10:08
Inilah Statemen Kemlu Iran Sikapi Ulang Tahun Kelima JCPOA

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kembali sikap tegas Republik Islam menyikapi segala bentuk perilaku yang tidak bertanggung jawab dari anggota JCPOA.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kementerian luar negeri Iran dalam sebuah pernyataan yang disampaikan hari Rabu (15/7/2020) mengungkapkan bahwa JCPOA berada dalam bahaya besar memasuki ulang tahunnya yang kelima.

"Jika kesepakatan ini tidak mempertimbangkan konsekuensi internasional untuk menjamin implementasi keseimbangan dan niat baik seluruh pihak, maka akan menjadi korban lain dari pendekatan sepihak pemerintah AS," tulis statemen resmi kemenlu Iran hari ini.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa modal internasional, hukum, teknis, strategis dan politik dari JCPOA sangat terkikis akibat tindakan ilegal Amerika Serikat.

"Masalah utama JCPOA saat ini adalah pelanggaran terus-menerus terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB No.2231, yang puncaknya  Amerika Serikat secara ilegal keluar dari perjanjian nuklir internasional ini," tegas kemenlu Iran.

Di bagian lain pernyataannya, kementerian luar negeri Iran menyinggung niat baik Tehran untuk melakukan tindakan sukarela yang transparan dalam kerangka JCPOA, tapi sayangnya Republik Islam Iran bukan hanya tidak mendapat manfaat ekonominya dari pencabutan sanksi, bahkan musuh-musuh JCPOA berupaya menghidupkan kembali berkas yang sudah ditutup dengan tujuan untuk menghancurkannya.

Kementerian Luar Negeri Iran juga memuji sikap pemerintah Cina dan Rusia dalam implementasi JCPOA, dan meminta Inggris, Prancis, dan Jerman untuk menjalankan isi perjanjian nuklir internasional ini.(PH)

342/