10 Juni 2020 - 15:34
Kasus COVID 19 di Irak Meningkat, Ayatullah Sistani Minta Warga Patuhi Tim Medis

Kasus COVID 19 di Irak Meningkat, Ayatullah Sistani Minta Warga Patuhi Tim Medis

Menurut Kantor Berita ABNA, ulama marja taklid Syiah yang bermukim di kota Najaf Irak Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Sistani, pada Sabtu (6/6) mengeluarkan pesan tertulis terkait semakin menigkatnya jumlah korban terinfeksi COVID 19 di Irak. 

Berikut teks terjemahan lengkap penyampaian tersebut yang ditulis dalam bahasa Arab:

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam beberapa hari yang sulit ini terjadi peningkatan cukup signifikan jumlah warga Irak khususnya di kota Baghdad yang terdeteksi positif terjangkiti COVID 19, karenanya kami mengajak saudara-saudara sekalian untuk kesekiankalinya agar lebih serius mengikuti aturan otoritas kesehatan terutama dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kami tegaskan untuk patuhilah protokoler kesehatan seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan membersihkan tempat-tempat umum dengan cairan disinfektan. 

Sebagaimana yang telah disampaikan para ahli, dengan serius mengikuti prosedural kesehatan tersebut sangat memberi pengaruh besar menghindarkan seseorang dari terinfeksi sehingga pemerintah dapat memutus rantai penyebaran virus ini. Dan langkah-langkah tersebut menjadi 

Menurut para ahli, kepatuhan yang ketat terhadap tindakan seperti yang telah disebutkan sangat efektif dalam mencegah penyebaran epidemi ini dan mengurangi jumlah pasien, sehingga kepatuhan warga sangat penting dan tidak dibenarkan untuk mengabaikan hal tersebut, terutama bahwa negara kita termasuk kurang memiliki fasilitas yang memadai untuk menyediakan perawatan medis jika semakin banyak yang harus dirawat di rumah sakit.

Mencegah penyebaran penyakit ini dengan semua fasilitas dalam situasi saat ini adalah tanggung jawab publik baik warga maupun pejabat, dan setiap orang harus berada pada tingkat tanggung jawab besar ini dan bekerja sama untuk mengatasi tahap sulit ini dengan berupaya semaksimal mungkin meminimalisir jumlah korban.

Penting untuk dicatat bahwa staf medis dan keperawatan memiliki banyak hal yang harus dilakukan dalam melakukan tindakan medis. Mereka dengan tugas dan kewajiban mereka, telah harus meninggalkan keluarga mereka. Mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan nyawa pasien, sementara dari tim medis sendiri, jumlah yang terinfeksi semakin, sehingga dengan kondisi ini setiap warga harus berusaha untuk tidak terjangkit sehingga dapat mengurangi beban dan tugas tim medis.

Kami meminta kepada segenap warga untuk serius mengambil langkah-langkah yang lebih preventif terhadap virus. Jangan menggandakan jumlah pasien, yang akan menyebabkan mereka menanggung beban tambahan dan meningkatkan kesulitan tugas mereka.

Melalui pesan ini, kami dengan penuh simpatik dan penuh penghormatan agar tim medis tetap menjalankan tugas berat ini dan jangan cepat lelah. Kami menghargai upaya berkelanjutan dan pengorbanan besar para tim medis  dalam melayani rakyat Iran. Kami menjadi saksi, tim medis dan semua yang terkait dalam tugas penanganan COVID 19 tekag menjalankan tugas keagamaan, nasional dan kemanusiaan mereka. 

Kami memohon kepada Allah SWT untuk melindungi mereka dan bagi mereka diberikan imbalan dan kebaikan, kesehatan, dan berkah. Kami juga meminta kepada Allah SWT untuk memberikan kesembuhan segera bagi yang sakit dan segera menghilangkan malapetaka ini. 

Sayid Ali Sistani

DIsebutkan sampai saat ini COVID 19 telah menginfeksi lebih dari 6.728.559 warga dunia dari 210 negara. 393.677 dari korban tersebut meninggal dunia. 

Di Irak disebutkan terdapat 6.868 kasus positif Corona dan 215 tercatat meninggal dunia serta 3.275 pasien yang berhasil disembuhkan.