26 Maret 2020 - 16:50
Pesan Tahun Baru 1399 Ayatullah Reza Ramazani

Mari kita menjadi saksi pada tahun "lompatan produksi" ini, sebagaimana sumpah pada Islam dan Iran bahwa meski berada di tengah-tengah kesulitan kita mampu membawa kejaayaan dan kemajuan untuk era baru Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Reza Ramazani dalam memasuki tahun baru 1399 HS mengeluarkan pesan yang ditujukan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. 

Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlulbait as dalam pesannya tersebut menyinggung sejumlah peristiwa pahit yang terjadi sepanjang tahun 1398 HS termasuk optimismenya kaum muslimin akan memenangkan pertarungan dalam perang besar di masa depan. 

Ia juga menyampaikan sejumlah perubahan dan pergantian kepemimpinan yang terjadi dalam tubuh Majma Jahani Ahlulbait as pada tahun sebelumnya yang ia berharap dengan itu perbaikan dan pelayanan lebih maksimal akan diberikan Majma kepada seluruh umat Islam khususnya komunitas muslim Syiah di seluruh dunia. 

Berikut ini teks lengkap dari pesan tahun baru 1399 HS Ayatullah Reza Ramazani:

بسم لله الرحمن الرحیم

یا مُقَلِّبَ القُلُوبِ و الأبصار؛ یا مُدَبِّرَ اللَّیْلِ و النَّهَار؛ یا مُحَوِّلَ الحَوْلِ و الأَحوَال؛ حَوِّلْ حالَنَا إلی أحسَنِ الحال

Tahun 1399 HS yang merupakan tahun baru berdasarkan perhitungan hijriah syamsi, bertepatan dengan bulan Rajab 1441 H yang penuh berkah. 

Tahun ini kita mulai, dengan mengingat dan atas nama Imam ketujuh Ahlulbait as, Hadhrat Musa bin Jakfar as dan juga di hari-hari pertama tahun ini, kita juga memperingati salah satu hari raya besar umat Islam, yaitu hari Mab'ats Nabi Besar Muhammad saw. 

Semoga dengan semua munasabah ini, insya Allah keberkahan, kecintaan dan perhatian Nabi Muhammad saw dan keluarganya yang suci as turun untuk kita semua dan kita yakin, melalui perantaraan manusia-manusia suci ini, pintu-pintu yang tertutup, akan terbuka untuk umat Islam. 

Tahun 1398 HS yang telah berlalu (bertepatan dengan 14 Rajab 1440 sampai 24 Rajab 1441 H atau 21 Maret 2019 sampai 19 Maret 2020) telah meninggalkan sejumlah rangkaian peristiwa yang pahit dan manis untuk umat Islam Syiah di seluruh dunia. 

Selain bencana alam yang memang menjadi konsekwensi paling serius di dunia ini, sejumlah peristiwa dan kesulitan besar dialami kaum muslimin diakibatkan kezaliman kekuatan arogansi dunia. 

Diantaranya:

Krisis yang terjadi di Irak dan Lebanon, lewat provokasi kedutaan-kedutaan besar asing yang bermaksud hendak melemahkan kekuatan perlawanan front muqamawah. 

Demikian juga, sepanjang tahun kita menyaksikan penderitaan yang masih tetap dirasakan Syaikh Ibrahim Zakzaky bersama istrinya yang masih juga mendekam dalam penjara secara ilegal. Meski sedang didera penyakit, keduanya tetap tidak diberi izin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Korban dari para pendukung Syaikh Zakzaky yang menuntut pembebasannya juga masih berjatuhan. 

Peristiwa besar lainnya, adalah teror pengecut kepada dua tokoh besar Iran dan Irak, Letjend Syahid Haj Qassem Soleimani dan Mayjend Syahid Jamal Jakfar Ali Ibrahim (Abu Mahdi al Muhandis) dan para pengawal mereka. 

Tragedi yang terjadi di bawah rezim teroris Donald Trump, meskipun sangat pahit dan menyakitkan namun telah menghidupkan jiwa baru dan menyuburkan semangat perjuangan revolusi Islam ke seluruh dunia. 

Prosesi pemakaman dengan didahului dengan tasy'i jenazah yang berlangsung di 8 kota dari dua negara dengan kehadiran jutaan pelayat, dan setelahnya Parlemen Irak memutuskan untuk mencabut izin menetap militer Amerika Serikat dan terjadinya gelombang aksi unjuk rasa jutaan warga di kota Baghdad Irak sebagai bentuk dukungan pada keputusan Parlemen tersebut menunjukkan perlawanan dan persatuan epik dua negara sahabat Iran dan Irak ke seluruh dunia. 

Demikian juga kezaliman kepada kaum muslimin khususnya kepada umat Islam Syiah di banyak negara seperti teror yang terus berlanjut di Afghanistan, Pakistan, dan penahanan aktivitas di Bahrain, hukuman mati massal di Arab Saudi, penyerangan dan pembunuhan massal terhadap warga tidak berdosa di Yaman, kebencian dan permusuhan penjajah Zionis  di Palestina, penahanan ilegal Sayid Ahmad Sambi di Komoro adalah diantara noda yang menciprati wajah dunia dan juga pihak-pihak yang mengklaim memperjuangkan HAM dan nilai-nilai kemanusiaan. 

Begitupun pada pertengahan tahun lalu di Kasymir dan di akhir tahun di India -khususnya di Newdelhi- adalah juga diantara insiden yang menyakitkan bagi umat Islam se dunia. 

Musibah terakhir untuk kaum muslimin dan seluruh warga dunia adalah penyebaran wabah COVID 19, yang telah menyebabkan meninggalnya puluhan ribu warga dari lebih 170 negara dunia. 

Di tengah kesulitan mengatasi pandemi Corona, sebagai salah satu negara dengan dampak terparah penyebaran COVID 19, Iran tetap mendapatkan tekanan berat dari Amerika Serikat. Kepengecutan setan besar Amerika Serikat yang tetap memberlakukan sanksinya meski situasi sedang darurat membuat Iran kesulitan mendapatkan bantuan peralatan medis dan obat-obatan. Hal ini menunjukkan arogansi dan permusuhan secara terbuka serta merupakan kolonialisme baru di mata dunia. 

Namun dalam menghadapi kepahitan ini, ada kemenangan besar bagi umat Islam:

Epik penuh semangat perjuangan yang terinspirasi dari Asyura dan Arbain Husaini meningkat dan membesar dari tahun ke tahun, kepongahan Amerika Serikat dipatahkan dengan ditargetkannya pelaku insiden penyerangan drone dan dihancurkannya pangkalan militer di Ein al-Assad Irak, penolakan kesepakatan abad ini oleh umat Islam sedunia, kemenangan rakyat Yaman melawan koalisi transgresif, bangkitnya kesadaran dan kewaspadaan kelompok muqawamah Islam di Irak dan Lebanon terhadap konspirasi, semakin banyak wilayah Suriah yang berhasil dibebaskan dari cengkraman teroris, kehadiran jutaan pelayat pada prosesi pemakaman syahid Qassem Soleimani dan kebangkitan ilmu pengetahuan dan tekhnologi warga muslim, adalah diantara hal-hal yang memberi kebahagiaan bagi umat Islam. 

Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota parlemen dan anggota Majelis Khubreghan di Iran adalah peristiwa penting lainnya di tahun lalu. Rakyat Iran secara  sadar dan cerdas berpartisipasi dalam pemilihan dan menandai masa depan politik sistem mereka sehingga, terlepas dari semua tekanan dan kekurangan, semangat harapan akan tertiup ke dalam masyarakat. Semua ini menunjukkan kegagalan provokasi dan propaganda media-media asing yang dengan biaya besar namun terbukti tidak efektif. Mereka berupaya mengubah kepercayaan orang-orang dengan tidak pergi ke tempat pemungutan suara. 

Efek indah dari pengorbanan diri dan dedikasi para penasihat kesehatan - dari dokter, perawat, dan semua staf medis hingga pasukan jihadis dan sukarelawan - di garis depan perjuangan melawan virus corona juga menciptakan musim cerah bagi masyarakat kita.

Semua peristiwa pahit dan manis di tahun ini yang kita lewati adalah ujian ilahi, yang akan berlanjut menurut sunnah Ilahi. Dan para pengikut Ahlulbait as harus lebih tinggi dari mereka untuk mempersiapkan dunia bagi kemunculan Imam Mahdi as yang akan datang untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan.

Majma Jahani Ahlulbait as di tahun sebelumnya juga mengalami pergantian kepengurusan dan kepemimpinan. Perubahan pada struktur dan renovasi anggota Majelis Umum sehingga Majma diharap dapat lebih tanggap dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan umat Islam Syiah dan pengikut Ahlulbait as di seluruh dunia 

Di sini, sekali lagi saya harus berterima kasih kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei atas kepercayaannya kepada saya dan memberikan tanggung jawab besar melayani para pengikut Ahlulbait as. Saya jamin insya Allah kepercayaan yang beliau berikan pada periode ini akan saya jalankan dengan dengan karya yang bersungguh-sungguh dan tulus, berada di jalur transformasi dan akan terus bergerak maju dalam menyebarkan ajaran Islam murni dan kesatuan umat Islam, seperti yang dinyatakan oleh Pemimpin Tertinggi saat pelantikan. 

Saya juga berkesempatan mengucapkan terima kasih kepada semua anggota Dewan Tinggi yang terhormat, Majelis Umum, majelis wilayah dan pusat budaya yang terkait dengan Majelis di berbagai belahan dunia, serta kolega saya di kantor pusat, yang terlepas dari semua kekurangan dan kesulitan, telah memberikan dedikasi dan pengabdian dalam setiap program dan  aktivitas Majelis untuk mengkampanyekan pengembangan intelektual, budaya dan sosial dan membantu para pendakwah.

Pada akhirnya, saya mengucapkan selamat kepada Anda pada hari-hari musim semi yang diberkati, saya berharap tahun 1399 HS munculnya empati, peningkatan kebaikan, saling mengasihi dan manifestasi welas asih dan kebersamaan dan menyaksikan rahmat Tuhan dengan bimbingan bijak dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam. 

Mari kita menjadi saksi pada tahun "lompatan produksi"  ini, sebagaimana sumpah pada Islam dan Iran bahwa meski berada di tengah-tengah kesulitan kita mampu membawa kejaayaan dan kemajuan untuk era baru Islam. 

 إنَّ مَعَ العُسرِ يُسرا dan ألَا إِنَّ نَصرَ اللَّهِ قَرِيب

والحمد لله رب العالمین

Awal Musim Semi 1399 HS

Sekretaris Jenderal Majma Jahani Ahlulbait as

Reza Ramazani