Menurut Kantor Berita ABNA, otoritas kesehatan di Qom Republik Islam Iran menyebutkan 21 pengidap virus Covid-19 atau Korona berhasil disembuhkan dan telah mendapatkan izin meninggalkan rumah sakit, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Farsnews.. "Rumah sakit Qom saat ini telah memiliki alat pendeteksi virus Korona sehingga sampel tidak perlu lagi dikirim ke Tehran untuk dideteksi." Ungkap Muhammad Tawakkuli, perwakilan Menteri Kesehatan Iran di Qom, Senin malam (24/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan, "Para tim medis di Qom bersiaga penuh untuk mengatasi dampak penyebaran virus Korona, dan ada dua asrama khusus untuk staff rumah sakit yang menangani pasien penderita Korona. Paket perlindungan pribadi untuk staff dan pasien, semalam juga telah dikirim dari Tehran, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Disebutkan, 320 pasien terduga mengidap virus Korona sedang mengalami perawatan di rumah sakit Kamkar dan rumah sakit Furqani di Qom. "Sebagian besar dari pasien ini adalah penderita influensa tipe B dan belum dipastikan terjangkiti virus Korona." ungkap Tawakkuli.
Diakhir keterangannya di depan awak pers, Muhammad Tawakkuli menyebutkan 21 dari pasien pengidap Korona berhasil disembuhkan dan telah mendapat izin keluar dari rumah sakit. "13 orang dari rumah sakit Kamkar dan 8 orang dari rumah sakit Furqani. Saat ini mereka menjalani pemulihan lebih lanjut di rumah masing-masing." Jelasnya.
Kasus pertama infeksi Korona di Iran ditemukan di rumah sakit Kamkar Qom pada selasa (18/2) dan keesokan harinya dua pasien positif terjangkiti virus Covid-19 tersebut meninggal dunia. Menyusul bertambahnya penderita Korona yang saat ini mencapai 61 orang dikeseluruhan Iran, dengan angka kematian 18 orang, tertinggi di luar Tiongkok, pemerintah Iran menutup sekolah sampai akhir pekan untuk mencegah laju penyebaran virus Korona ini.
.....
178