Kantor Berita Ahlulbait

Sumber : IQNA
Rabu

31 Juli 2019

08.11.53
966008

Islam di Amerika; Perkembangan Populasi Muslim Seiring dengan Meningkatnya Islamofhobia

Islam adalah agama terbesar ketiga dalam hal jumlah pengikut di Amerika Serikat, yang diperkirakan akan melampaui orang-orang Yahudi di tahun 2040, dan akan menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen.

(ABNA24.com) Islam adalah agama terbesar ketiga dalam hal jumlah pengikut di Amerika Serikat, yang diperkirakan akan melampaui orang-orang Yahudi di tahun 2040, dan akan menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen.

Islam memiliki sejarah panjang di Amerika. Kedatangan Muslim ke benua tersebut dikatakan berasal dari perjalanan para pelaut dan pedagang Muslim Arab sebelum Christopher Columbus (penemu benua Amerika) tiba.

Pada awal abad kedelapan belas hingga akhir abad ini, sejumlah besar budak Afrika dibawa ke Amerika, banyak dari mereka adalah Muslim. Dalam beberapa dekade terakhir, sebagai akibat dari masuknya imigran Muslim ke Amerika Serikat, persentase populasi Muslim telah meningkat, sampai pada batas menurut beberapa prediksi bahwa populasi Muslim diperkirakan akan menempati posisi kedua, yang menggantikan kedudukan agama Yahudi dalam 20 tahun ke depan.

Muslim di Amerika Serikat memiliki antara 2 - 3 juta orang, sekitar satu persen dari populasi negara ini. Namun beberapa sumber mengetengahkan statistik yang berbeda dan memperkirakan jumlah Muslim di Amerika menjadi 4-6 juta, 5 hingga 7 juta, dan 7 hingga 8 juta orang. Mantan Presiden AS, Barack Obama mengatakan dalam sebuah pidato tahun pada tahun 2009 bahwa jumlahnya adalah tujuh juta orang.

Pertumbuhan Signifikan Populasi Muslim

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi Muslim Amerika Serikat telah tumbuh secara signifikan sebagai akibat imigrasi dari negara-negara Muslim. Menurut Pusat Penelitian Pew yang berbasis di Washington, sebagian besar Muslim Amerika adalah orang Asia dan Afrika. 33 persen dari mereka adalah Muslim di Asia Selatan dan 30 persen keturunan Afrika, dan 25 persen dari populasi Muslim adalah orang Arab.

Muslim mayoritas lebih terfokus di wilayah perkotaan Amerika Serikat. Negara bagian Texas, New York, Illinois, California, dan Florida masing-masing memiliki populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat dan dengan kajian mekanisme distribusi populasi Muslim dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas mereka berpusat di sejumlah propinsi timur.

Menurut perkiraan markas penelitian Pew, populasi Muslim AS tumbuh jauh lebih cepat daripada populasi Yahudi di negara itu, dan diperkirakan sampai tahun 2040, jumlah Muslim setelah Kristen akan menjadi yang kedua setelah populasi Yahudi, yang saat ini menempati urutan kedua dalam populasi Amerika Serikat.

Demikian juga dalam penelitian markas Pew memprediksikan bahwa jumlah Muslim di Amerika Serikat akan mencapai 8.100.000 orang sampai tahun 2050 yakni 2.1 persen dari total populasi Amerika Serikat.

Muslim Pertama Amerika

Sejarah kedatangan Muslim pertama di Amerika Serikat tidak diketahui secara pasti. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Muslim pertama datang ke Amerika dari Utara Afrika pada awal abad ke-14. Ketika Christopher Columbus memulai perjalanannya ke Amerika Serikat, di antara buku-buku pribadinya berisi tulisan-tulisan yang menunjukkan seorang pelaut Muslim pada abad ke-12 bepergian ke pulau-pulau yang diyakini oleh sebagian sejarawan sebagai beberapa pulau Karibia.

Penulis lain menganggap Muslim pertama di benua Amerika adalah pelaut Arab yang tiba di tempat yang tidak diketahui ini, sebelum perjalanan Christopher Columbus.

Beberapa sejarawan lainnya menggambarkan kedatangan Muslim pertama Amerika pada tahun 1587, dan banyak buku telah ditulis tentang Mustafa Zemmouri pada abad keenam belas, beberapa sejarawan menyebutnya sebagai Muslim pertama yang memasuki Amerika.

Orang pertama yang memeluk agama Islam di Amerika adalah Alexander Russell Webb pada tahun 1888 dan masjid Amerika pertama didirikan pada tahun 1915.

Banyak orang Muslim diperbudak dari Afrika dan dibawa ke Amerika. Diperkirakan sekitar 500.000 orang Afrika telah tiba di Amerika Serikat dari wilayah mayoritas Muslim di Afrika Barat. Sejarawan memperkirakan bahwa antara 15 - 30 persen budak laki-laki Afrika dan sekitar 15 persen budak perempuan Afrika adalah Muslim.

Islamofhobia

Setelah serangan teroris 11 September 2001 dan serangan teroris di Barat, terutama serangan teroris di Paris pada 2015, Islamofhobia di Amerika Serikat telah meningkat secara dramatis.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh Pusat Pemahaman Islam dan Kekristenan di Universitas George Town di Amerika Serikat, kejahatan terhadap Muslim di Amerika Serikat telah meningkat secara substansial sejak 2016, dengan 180 kejahatan termasuk 12 pembunuhan, 34 kasus pemukulan, 49 percekcokan, 56 pengrusakan properti dan 9 kasus pembakaran yang disengaja terhadap Muslim di negara itu, dan jumlah ini terkait kejahatan yang dilaporkan ke pihak polisi. Demikian juga, Dewan Hubungan Amerika-Islam, yang membela hak-hak Muslim di Amerika Serikat, telah melaporkan peningkatan 584 persen kejahatan terhadap Muslim pada tahun 2015 dan 2016 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada awal 2017, dengan masuknya Presiden Donald Trump ke Gedung Putih, presiden AS pertama kali berbicara tentang istilah "Islam teroris radikal." Kemudian, pada minggu pertama masa kepresidenannya, ia mengeluarkan dekrit yang melarang masuknya tujuh negara Islam ke Amerika Serikat. Selanjutnya, Trump menandatangani dekrit lain yang memberlakukan banyak pembatasan pada umat Islam.

Akhirnya, di penghujung 2017, Trump melecehkan salah satu garis merah utama Muslim dengan mengakui Quds sebagai ibu kota Israel. Kebijakan-kebijakan ini telah menyebabkan arus Islamofhobia semakin lebih meningkat dari sebelumnya.

Masjid

Menurut beberapa sumber, mungkin masjid Amerika pertama di Beaufort, yang terletak di propinsi Maine, yang didirikan pada tahun 1915, dengan pemakaman milik Muslim masih ada di situ.

Beberapa sumber lain juga mengatakan pembukaan masjid pertama Amerika Serikat, yang disebut "Wali Muhammad," kemungkinan besar berlangsung di kota Detroit, Michigan, pada tahun 1921. Masjid ini didirikan oleh Muhammad Karroub, yang aktif dalam urusan realestat.

Menurut beberapa sumber, masjid tertua yang saat ini berlokasi di Amerika Serikat adalah Masjid Al-Shadiq, dibangun pada tahun 1921 atau 1922 di daerah Burnsville, Chicago.

Masjid Komunitas Muslim Amerika dibuka di Dearborn, Michigan, pada tahun 1938. Ini adalah masjid tertua di bagian Michigan, yang mulai beroperasi di sebuah bangunan kecil dan sekarang dikenal sebagai pusat komunitas Muslim Amerika di Michigan.

Masjid Maryam terletak di Chicago dan didirikan oleh Muslim Amerika- Afrika pada tahun 1930.

Masjid ini terletak di kota Lombard, Illinois, masjid ini selesai dibangun pada 2013. Masjid ini juga memiliki pusat pelatihan Darus Salam yang dirancang untuk mengajarkan ilmu-ilmu Islam.

Pada tahun 1969, sekelompok Muslim dari berbagai ras memutuskan untuk mendirikan Markas Komunits Islam (MCC) di Chicago. Setahun kemudian, pusat itu diakui sebagai nirlaba di Amerika Serikat, sementara markas ini bukanlah masjid pertama yang didirikan di Chicago, akan tetapi salah satu masjid terbesar Amerika dan referensi kredibel untuk masjid-masjid lain dan Muslim Amerika Serikat.



/129