(ABNA24.com) Sayid Abbas Mousavi menamahkan, AS dengan catatan hitam pembantaian massal warga Indian dan perbudakan kulit hitam serta genosida di Afghanistan, Irak, Suriah, Libya, Palestina dan Yaman serta pengampunan penjahat perang tidak memiliki kelayakan untuk mengomentari isu-isu etnis dan Muslim.
Jubir Kemenlu Iran mengingatkan, pengulangan pelanggaran nyata seperti ini terhadap prinsip yang diakui hukum internasional sekedar penekanan bahwa intervensi di urusan bangsa lain menjadi prinsip di kebijakan luar negeri Amerika.
Mousavi seraya mengecam langkah terbaru DPR Amerika terhadap Cina memperingatkan masyarakat dunia atas proses yang terus meningkat perilaku seperti ini yang mengancam perdamaian dan stabilitas global.
Ia merekomendasikan negara-negara independen untuk merespon pelanggaran berulang dan unilateralisme pemerintah Amerika Serikat.
..........
340