(ABNA24.com) Seperti dilaporkan IRNA, Brigjen Ali Hajizadeh Ahad (21/07) di pertemuan dengan komisi pendidikan, riset dan teknologi parlemen Iran menambahkan, pasca klaim Trump terkait penembakan sebuah drone Iran, penyankalan berita ini terlambat beberapa jam. Dan pada akhirnya kami menyadari bahwa drone Iran telah mengawasi aktivitas kapal perang AS mulai dari sebelum Selat Hormuz hingga keluar dari selat ini.
"AS beberapa waktu kemudian, menyebut John Bolton, penasihat keamanan nasional sebagai pelaku penyebaran berita ini," papar Hajizadeh.
Presiden AS Donald Trump hari Kamis (18/07) mengklaim bahwa kapal perang AS berhasil menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekatinya.
Hajizadeh di sidang ini juga memaparkan kemajuan dan prestasi di berbagai bidang rudal, drone dan bom pintar Iran.
/129
23 Juli 2019 - 07:59
Kode berita: 963722
Komandan Angkatan Udara IRGC saat merespon berita kebohongan presiden Amerika terkait drone Iran mengatakan, sulit bagi Iran untuk menerima Trump rela mengumbar kebohongan besar ini.