Diriwayatkan dari Nabi saw: “Barangsiapa yang sholat pada malam kedua puluh tiga Ramadhan, 8 rakaat (empat salam). Usai membaca al-Fatihah, membaca surah yang ringan yang mengamalkannya akan dikabulkan doanya bersama orang yang dia mohonkan”.
Telah ditegaskan dalam sejumlah hadis yang terkenal, bahwa malam ke-23 Ramadhan merupakan malam al-Qadr yang paling utama dari kedua malam al-Qadr sebelumnya.
Dalam kitab Da'wah ar-Rawindy dijelaskan bahwasanya Imam Ja'far ash-Shadiq berkata, 'Sesungguhnya malam ke- 23 Ramadhan adalah malam yang cemerlang. Di dalamnya ditetapkan keputusan semua urusan (kehidupan manusia), antara lain ditetapkan mengenai kebinasaan, kehahagiaan, ajal dan rezeki (manusia). Pada saat itu, ditentukan pula seluruh keadaan (nasib) manusia. Berbahagialah orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ruku', sujud serta menyesali segala kesalahan-nya."
Dalam kitab al-Khishlah, Syaikh Shaduq mengatakan bahwasanya guru-guru kami telah menetapkan beberapa amalan untuk dilakukan pada malam ke-23 Ramadhan, lihat di amalan malam laylatul qodar.
Dalam kitab al-Iqbal diuraikan bahwa Ja'far ash-Shadiq berkata, "Seandainya seorang Muslim pada malam ke-23 Ramadhan membaca surah al-Qadr 1.000 kali, niscaya pada pagi harinya ia dikarunia keyakinan yang kuat dengan pengetahuan yang khusus (hanya diberikan) kepada kami”.
Dalam kitab yang sama dijelaskan pula kalau Imam Ali as berkata, "Setiap sesuatu itu mempunyai buah dan buah Al- Qur'an adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu itu memiliki perbendaharaan dan perbendaharaan Al-Qur'an adalah al-Qadr. Untuk setiap sesuatu ada penolongnya dan penolong kaum mustadh'afin (mereka yang Iemah) adalah surah al-Qadr. Bagi setiap sesuatu ada jalan kemudahannya dan jalan kemudahan bagi orang-orang susah adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu itu mem- punyai pelindung dan pelindung orang Mukmin adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu memiliki pembimbing dan pembimbing orang saleh adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu ada pemiliknya dan pemilik ilmu adalah surah al- Qadr. Setiap sesuatu mempunyai perhiasan dan perhiasan Al-Qur'an adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu itu memiliki tempat berteduh dan tempat berteduh seorang 'abid (ahli ibadah) adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu itu mempunyai pemberi kabar gembira dan pemberi kaba gembira bagi manusia adalah surah al-Qadr. Setiap sesuatu itu memiliki hujjah (landasan) dan hujjah setelah Nabi Muhammad saw adalah surah al-Qadr. Karena itu berimanlah kalian kepadanya." Ali bin Abi Thalib lantas menjelaskan apa yang dimaksudkannya dengan beriman kepada surah al-Qadr. Katanya, "(Yakinlah)! Bahwa sesungguhnya (kemuliaan) surah al-Qadr itu turun pada setiap tahun dan segala sesuatu yang diturunkan padanya adalah benar."
Doa Malam Kedua Puluh Tiga Romadhon
يا رب ليلة القدر وجاعلها خيرا من ألف شهر، ورب الليل والنهار، والجبال والبحار، والظلم والأنوار، والأرض والسماء، يا بارئ يا مصور، يا حنان يا منان، يا الله يا رحمان، يا حي يا قيوم، يا بدئ يا بديع السماوات والأرض يا الله يا الله، يا الله يا الله، يا الله يا الله، يا الله، لك الأسماء الحسنى، والأمثال العليا، والكبرياء والالاء والنعماء، أسألك باسمك بسم الله الرحمان الرحيم، إن كنت قضيت في هذه الليلة تنزل الملائكة والروح من كل أمر حكيم. فصل على محمد وآله، واجعل اسمي في هذه الليلة في السعداء، وروحي مع الشهداء، وإحساني في عليين وإساءتي مغفورة، وأن تهب لي يقينا تباشر به قلبي، وإيمانا يذهب الشك عني، وترضيني بما قسمت لي، وآتني في الدنيا حسنة، وفي الاخرة حسنة وقني عذاب النار. وارزقني يا رب فيها ذكرك و شكرك، والرغبة والإنابة اليك، والتوبة والتوفيق لما وفقت له شيعة آل محمد يا أرحم الراحمين، ولا تفتني بطلب ما زويت عني بحولك وقوتك، وأغنني يا رب برزق منك واسع بحلالك عن حرامك. وارزقني العفة في بطني وفرجي، وفرج عني كل هم وغم، ولا تشمت بي عدوي، ووفق لي ليلة القدر على أفضل ما رآها أحد، ووفقني لما وفقت له محمدا وآل محمد عليه و(عليهم السلام) افعل بي كذا وكذا، الليلة الليلة الساعة الساعة - حتى ينقطع النفس
Yâ robba lailatil qodri wajâ’ilahâ khoiron min alfi syahrin, wa robbal laili wan nahâri, wal jibâli wal bihâri, wazh-zhulami wal anwâri, wal ardhi was samâ’i, yâ bâri’u yâ mushowwiru yâ hannânu, yâ allâhu yâ qayyûmu, yâ rohmânu yâ allâhu, yâ badî’u yâ allâhu yâ allâhu yâ allâh, lakal asmâ’ul husnâ wal amtsâlul ‘ulyâ, wal kibriyâ’u wal âlâ’u. as’aluka an tusholliya ‘alâ muhammadin wa âli muhammadin wa-an taj’ala ismî fî hâdzihil lailati fis su’adâ’i, wa rûhi ma’asy syuhadâ’i wa ihsâni fî ‘illiyyîna, wa isâ’atî maghfûratan, wa an tahaba lî yaqînan tubasyiru bihi qalbî, wa îmânan yudz- hibusy-syakka ‘annî, wa turdhiyanî bimâ qosamta lî, wa âtinâ fid dunyâ hasanatan wa fil âkhiroti hasanatan wa qinâ ‘adzaban nâril harîqi, war zuqnî fîhâ dzikroka wa syukroka, war roghbata ilaika, wal inâbata wat taufîqa limâ waffaqta lahu muhammadan wa âla muhammadin ‘alaihi wa ‘alaihimus salâmu.
Wahai pemilik malam al-Qadar dan yang telah menjadikannya sebagai alam yang lebih baik dari seribu bulan. Wahai Pemilik malam dan siang, gunung dan lautan, kegelapan dan cahaya serta pemilik bumi dan langit. Wahai Yang Maha Pemurah. Wahai Yang Maha Pemberi bantu, Wahai Yang Maha Pemurah, Wahai Yang Maha Dermawan, Wahai Allah Yang Maha Pengasih, Wahai Allah Yang Maha Berdiri sendiri. Wahai Allah Yang Maha Mencipta tanpa contoh sebelumnya. Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah, kepunyaan-Mu nama-nama yang baik, perumpamaan yang tinggi, agung dan luhur. Aku memohon kepada-Mu agar Kau curahkan rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Catatlah namaku pada malam ini, ke dalam kelompok orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan dan ruhku ke dalam kelompok para syuhada, kebaikanku dibalas dengan surga yang tinggi, dan semua keburukanku diampuni. Anugerahilah daku keyakinan yang dengannya hatiku merasa gembira, karuniailah daku keimanan yang dapat menghilangkan keraguan dariku dan anugerahilah daku keridhaan-Mu yang telah Kau janjikan untukku. karuniakanlah padaku kebaikan di dunia dan akhirat dan selamatkanlah daku dari siksa api neraka yang membakar. Jadikanlah daku pada malam tersebut sebagai orang yang senantiasa berzikir dan bersyukur pada-Mu serta senantiasa berharap dan bertaubat kepada-Mu. Berilah daku petunjuk dan dengan petunjuk yang telah Engkau berikan kepada Muhammad dan keluarga. Salam sejahtera semoga tercurah atas mereka semua.
Keutamaan membaca Surat Alankabut dan Ar Rum pada malam ke dua puluh tiga Romadhon
عن أبي بصير الإمام الصادق : من قرأ سورة العنكبوت والروم في شهر رمضان ليلة ثلاث وعشرين فهو والله يا أبا محمد عن أهل الجنة لا استثني فيه أبداً ولا أخاف في يميني إثماً ، وان لهاتين السورتين من الله مكاناً .
Diriwayatkan dari Abi Bashir dari Imam Shodiq as ;“ Barang siapa membaca surah Al-Ankabut dan surah Al-Rum di malam kedua puluh tiga di bulan Ramadhan, maka -demi Allah- ia tergolong penghuni surga. Sungguh aku tidak mengkhawatirkan dalam hal itu dan aku tidak takut dicatat oleh Allah suatu dosa di tangan kananku (diriku). Sungguh dua ayat ini mempunyai tempat tersendiri di sisi Allah.