Menurut Kantor Berita ABNA, gempa berskala 6 SR terjadi di kota Masyhad Iran rabu (5/4) pukul 10:39 waktu setempat. Gempa tersebut menelan korban jiwa dua orang dan melukai 7 warga lainnya. Gempa yang berpusat di desa Sefid Sank bagian selatan kota Masyhad tersebut merusak 80 % bangunan dari beberapa pedesaan termasuk sejumlah bangunan di kota Masyhad.
Pemerintah kota Masyhad menyatakan darurat dengan adanya beberapa kali gempa susulan meski dengan skala lebih kecil. Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Iran, Octavino Alimuddin menyatakan 19 WNI yang berada di Masyhad dalam keadaan aman, dan mengeluarkan himbauan agar WNI yang berada di kota lain di Iran untuk sementara membatalkan perjalanan menuju Masyhad sampai pemerintah Iran menyatakan kondisi kembali aman.
Octavino juga menyatakan dalam surat edarannya, KBRI Tehran membuka layanan hotline yang aktif 24 jam kepada seluruh WNI yang berada di Iran untuk mendapatkan pelayanan dengan menghubungi +989120368594, +989127037900 atau nomor telpon kantor +982188715558.
Sekitar 300 WNI saat ini berada di Iran dengan WNI terbanyak berada di kota Qom.