23 November 2016 - 11:04
 Long March Arbain dan Sensor Media Barat

Long march arbain imam husain as menuju Karbala adalah sebuah peristiwa besar dalam sejarah peradaban manusia. Keagungannya bisa dilihat dari segala aspek, mulai dari sosial-ekonomi, politik, budaya.

Menurut Kantor Berita ABNA, secara politik, ziarah yang dihadiri hingga 50 juta manusia ini, sangat menghawatirkan Barat-Amerika dan antek-anteknya. Bagi mereka, ini menjadi ancaman besar. Karena itu, menurut Sayyid Mufidh Al-Husaini, Barat melakukan sensor besar-besaran terhadap longmarch dan ziarah agung itu.

Dalam ceramahnya dalam peringatan 40 hari kesyahidan Imam Husain as di ICC Jakarta (20/11), Sayyid Mufidh menyampaikan keagungan peristiwa long march dan segala yang melingkupinya.

Kebesarannya meliputi segala hal, paling besar orang memberikan hidangan makanan, jalur terpanjang, jumlah terbesar tanpa memandang umur, bahkan banyak yang cacat. Tidak hanya dihadiri oleh muslim Syiah, tapi juga muslim Sunni dan non Islam. Tidak sedikit umat nasrani melakukan long march menuju Karbala.

Penyediaan hidangan dan pelayanan paling besar, dan semua itu dihadirkan secara gratis. Bahkan mereka , para penyedia makanan dan pelayanan lainnya merasa sangat terhormat jika peziarah bisa menikmatinya.

Warga yang letak rumahnya dilewati para peziarah berlomba-lomba menawarkan penginapan gratis. Ini adalah sikap yang paling agung yang ditunjukkan sebagai tuan rumah. Sayang sekali, mereka media Barat, dan bahkan media Islam sendiri tidak meliput secara proporsional.

Sayyid Mufid melanjutkan dengan mencoba melihat dan membandingkan dengan ritual haji di Mekah Saudi. Mereka para jamaah haji harus menyiapkan dana yang besar untuk kebutuhan makan dan menginap serta transportasi.

Ironisnya, pelayanan tuan rumah – dalam hal ini pemerintahan Saudi – tidak sebanding dengan dana besar yang dikeluarkan oleh jamaah. Jika kita masih ingat bagaimana tragedi Mina, tragedi Mina merupakan contoh ketidak pecusan Saudi dalam mengelola jamaah haji. Bahkan mereka sama sekali tidak minta maaf atas kejadian tragis yang menimpa jamaah haji.

Di Arbain, orang-orang berebut melayani peziarah. Sedemikian Agung mereka memperlakukan para peziarah. Namun sekali lagi alangkah malangnya, media Barat tidak menghadirkan berita ini secara proporsional.

Pelajaran dan Hikmah dari Long March Ziarah Arbain

Kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa besar long march dan ziarah arbain Imam Husain as ini. diantaranya adalah :

1) Mereka media Barat tidak jujur dalam melihat peristiwa kejujuran dan kebenaran ini.
Namun kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus bongkar sensor besar ini, dengan memanfaatkan media-media yang kita punya.

2) Peristiwa Asyura dan long march Arbain tidak ada duanya dalam sejarah umat manusia. Seakan menantang semua aliran pemikiran di dunia Barat dan Timur.

Imam Husain memberikan pelajaran dalam pandangan sosiologi dll tunduk dalam keagungan Asyuro.

Barat bahkan tidak bisa menganalisisa dan tidak mampu berhadapan dengan keagungan Filosofi peristiwa Asyura dan Arbain. Dengan pengorbanan Imam Husain as yang begitu agung. Seluruh paradigma pemikiran Barat seolah mendapat tantangan dengan peristiwa longmarch Arbain ini.

3) kita harus percaya dan yakin pada Allah swt. Ketika jauh dari tuhan maka akan berujung pada dekadensi moral dan kehancuran sosial.

Imam Khomeini dan Khamenei berkata bahwa kita sekarang berada pada persimpangan sejarah.Mari kita kembali pada kita kembali pada al-Quran, pada ajaran sunnah, ajaran suci Ahlulbait. Yakin lah bahwa masa depan ada di tangan kita.

Terakhir, Sayyid Mufidh menutup dengan mengatakan “Saya ingin tekanan bahwa peristiwa Arbain Imam Husain adalah Sebuah jalan strategis bagi kehidupan yang lebih baik. Uang dan peluang untuk menyambut kemunculan Imam Mahdi, menyambut peradaban baru umat Islam.”