Menurut Kantor Berita ABNA, berita duka cita untuk seluruh umat muslim Syiah diseluruh dunia, Ayatullah Musawi Ardibili menghembuskan nafasnya yang terakhir pada rabu (23/11). Ia dilarikan dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sejak senin (21/11). Setelah sebelumnya dirawat di RS di Qom, namun karena kondisinya semakin mengkhawatirkan ia dipindahkn ke rumah sakit Laleh di Tehran. Disebutkan penyebab meninggalnya, karena serangan jantung. Ia tidak sadarkan diri sejak awal masuk rumah sakit.
Dokter yang merawat beliau dalam pernyataannya mengatakan, “Kondisi kesehatan beliau sejak kemarin semakin memburuk dan pada hari ini kembali mengalami serangan jantung yang membuat nyawa beliau tidak tertolong lagi." Dr. Reza Paidar lebih lanjut menyebutkan, kondisi beliau yang tidak sadarkan diri tidak memungkinkan melakukan operasi bedah.
Ayatullah Abdul Karim Musawi Ardibili adalah salah seorang ulama marja taklid, lahir pada tahun 1925. Saat menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia telah berusia 91 tahun. Sebagai ulama dan guru besar Hauzah Ilmiah Qom Iran, dalam kesehariannya ia menetap di kota Qom. Pasca wafatnya Ayatullah Behesti tahun 1981, ia menduduki jabaran sebagai ketua mahkamah agung Iran sampai tahun 1989.
Ia dilarikan ke rumah sakit pada senin (21/11) karena serangan jantung. Sejak itu ia hidup melalui nafas buatan, sampai akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ia adalah diantara ulama yang berperan besar dalam berdirinya Republik Islam Iran. Sejumlah jabatan penting negara pernah disandangnya, diantaranya anggota Majelis Khubregan Qanuni Asasi, Dewan Majelis peninjau Qanun Asasi, Majelis Khubregan Rahbari dan sejumlah jabatan penting lainnya. Sejak dirawat di RS Tehran, ia sempat dijenguk oleh Rahbar, Ayatullah Rafsanjani dan Dr. Hasan Rouhani.