Menurut Kantor Berita ABNA, kesatuan militer Irak dalam penyampaian resminya menyebutkan ada sekitar 4000 anggota ISIS di Moushul, diantara wilayah Irak yang sampai saat ini masih berada dalam kendali ISIS.
Thalib Syhugati, komandan pasukan Irak berkata, “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, sekitar 4000 orang anggota ISIS masih berada di Moushul. Dalam waktu dekat, kami juga akan menyampaikan kerugian ISIS dalam rangkaian kekalahan yang mereka alami dalam sejumlah perang terakhir.”
“Salah satu penyebab keberhasilan yang diraih pasukan militer Irak selama ini adalah kerjasama dan komunikasi yang baik antara kesatuan-kesatuan yang ada, baik dari kesatuan militer Irak maupun dari kelompok-kelompok sukarelawan dari warga sipil. Kami yakin, Moushul akan mampu kami bebaskan dalam waktu dekat ini.” Tambahnya.
Haidar al ‘Abadi, Perdana Menteri Irak pada senin (17/10) secara resmi mengumumkan serangan umum dan besar-besaran dalam misi pembebasan kota Moushul. Seruan tersebut ditanggapi kelompok-kelompok sukarelawan dari berbagai kesatuan di Irak termasuk kelompok sukarelawan Kristiani Irak. Semua kesatuan militan sipil yang ada bergabung dengan kesatuan militer Irak dalam misi pembebasan tersebut.
Kota Moushul, salah satu kota penting di Irak, dikuasai ISIS sejak tahun 2014. Selama dua tahun, ISIS banyak melakukan kejahatan kemanusiaan di Moushul.