23 Juli 2016 - 22:10
Erdogan Memanfaatkan Kudeta Untuk Menjalankan Program-Program Radikalnya

Sesungguhnya Erdogan telah memanfaatkan momentum kudeta ini untuk menjalankan program-program ekstrimnya yang juga adalah program Ikhwanul Muslimin di dalam Turki dan ini adalah suatu tindakan yang berbahaya bagi Turki dan negara-negara tetangganya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Bashar Assad Presiden Suriah dalam wawancara dengan kantor berita Prensa Latina Kuba mengatakan, “Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berubah menjadi mainan Amerika yang dapat di gunakan sesuai dengan kehendaknya”.

Dia dalam lanjutan wawancara ini mengatakan, “Semenjak Rusia memutuskan untuk melakukan intervensi serta membantu militer Suriah dalam melawan terorisme di Suriah neraca keadaan berbalik merugikan Amerika dan kelompok teroris”.

Kertas Terakhir Turki di Suriah Adalah Halab

Presiden Suriah menambahkan, “Turki dan sekutunya telah kehilangan seluruh kartunya dalam perang Suriah dan kartu terakhir mereka khususnya bagi Erdogan adalah Halab”.

Dia menekankan bahwa prioritas utama militer Suriah adalah melawan Daesh(ISIS), Jabhah al Nushrah, Ahrar al Syam serta Jaisy al Islam lantaran kelompok-kelompok ini secara ideologis memiliki relasi dengan al Qaidah.

Presiden Suriah dalam lanjutan wawancaranya dengan kantor berita Kuba ini mengatakan, “Perang melawan Suriah adalah mencakup berbagai aspek dan tidak hanya berakhir pada dukungan terhadap kelompok teroris melainkan bersamaan dengan hal itu mereka juga melancarkan perang ekonomi dan politik terhadap Suriah”.

Beliau dengan mengeritik keras struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, “Sekiranya Rusia dan Cina tidak menunjukkan sikap yang jelas terkait dengan beberapa masalah, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa sepenuhnya telah bercorak Amerika”.

Program Amerika Untuk Suriah Adalah Mencerai-beraikan Negara Ini

Assad menambahkan, “Pemerintah Amerika ketika menjalin hubungan dengan suatu kelompok, hal itu di lakukan bukan demi kepentingan negara tersebut melainkan demi kepentingannya sendiri”.

Dia mengatakan, “Program Amerika untuk Suriah hanyalah mencerai-beraikan begara ini”.

Erdogan Memanfaatkan Momentum Kudeta Untuk Menjalankan Program-Program Ekstrimnya
Presiden Suriah terkait dengan kericuhan yang terjadi di Turki mengatakan, “Kudeta ini mesti pahami sebagai deskripsi atas tiadanya stabilitas dan kegaduhan internal Turki secara asasi di tingkat sosial. Hal yang lebih penting dari kudeta adalah tindakan-tindakan serta langkah-langkah yang di ambil Erdogan bersama kelompoknya dalam beberapa hari terakhir. Terlepas dari pada siapa yang akan berkuasa di Turki atau siapa yang akan menjadi presiden atau pemimpin negara ini, persoalan ini adalah masalah internal dan kami tidak akan mencampuri persoalan ini dan kami tidak akan melakukan kesalahan ini di mana kami mengatakan bahwa Erdogan mesti pergi atau tinggal. Persoalan ini terkait dengan Turki dan bangsa Turki sendiri yang harus mengambil keputusan. Namun sesuatu yang lebih penting dari kudeta ialah tindakan-tindakan yang di ambil Erdogan dan kelompoknya dalam beberapa hari terakhir, yaitu ketika dia memecat 3700 hakim dan lebih dari 1500 dosen serta lebih dari 15 ribu pegawai di lingkungan pendidikan, apa kaitan kudeta ini dengan universitas-universitas serta para hakim dan masyarakat sipil. Tindakan-tindakan yang dia lakukan terkait dengan apa yang telah terjadi menunjukkan niat-niat kejinya. Bagaimana dia menyingkirkan orang-orang ini sementara penyelidikan belum tuntas. Sesungguhnya Erdogan telah memanfaatkan momentum kudeta ini untuk menjalankan program-program ekstrimnya yang juga adalah program Ikhwanul Muslimin di dalam Turki dan ini adalah suatu tindakan yang berbahaya bagi Turki dan negara-negara tetangganya”.

Bashar Assad dalam menjawab pertanyaan wartawan tentang prioritas militer Suriah dalam menumpas kelompok-kelompok teroris mengatakan, “Prioritas utama militer Suriah adalah menumpas Daesh(ISIS), Jabhah al Nushrah, Ahrar al Syam dan Jaisy al Islam, ke empat faksi ini secara ideologis berhubungan langsung dengan al Qaidah, mereka merupakan kelompok-kelompok radikal dan semua orang-orang yang tidak sepakat dengan mereka atau berbeda dengan mereka dalam tindakan akan mereka bunuh”.

Masyarakat Sangat Berperan Dalam Mendukung Tentara Suriah Dan Mengalahkan Kelompok-Kelompok Teroris
Bashar Assad dengan menyinggung bahwa perang yang di lancarkan kelompok teroris terhadap militer kami adalah tidak lazim sedangkan militer kami adalah tentara biasa serta klasik mengatakan, “Kelompok perlawanan rakyat sangat berperan dalam membantu militer Suriah dan mengalahkan kelompok-kelompok teroris karena pejuang-pejuang nasional bertempur di daerah-daerah, kota-kota serta desa-desa mereka dengan para teroris dan kelompok-kelompok perlawanan rakyat menguasai wilayah mereka secara baik. Mereka mengetahui dengan baik jalan-jalan, lorong-lorong dan daerah-daerah mereka. Inilah peran mereka”.

Kota Hums Jauh Lebih Baik Dan lebih Stabil Setelah Di tinggal Kelompok Teroris

Presiden Suriah dalam menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kondisi dari serangan tentara-tentara bayaran asing ke Suriah serta pertempuran-pertempuran yang terjadi di kota Hums dan Halab mengatakan, “Tentu saja kelompok-kelompok teroris mendapatkan bantuan dari berbagai penjuru dunia, lebih dari 100 bangsa ikut bergabung dalam agresi ke Suriah dan Arab Saudi, Qatar serta Turki adalah negara-negara yang mendukung kelompok teroris. Sejak Rusia melakukan intervensi dan memberikan dukungan dan bantuan legal kepada militer Suriah dalam menumpas kelompok-kelompok teroris, militer Suriah mencapai kemajuan di berbagai wilayah. Tentara Suriah telah bertekad menumpas dan menghancurkan terorisme. Terkait dengan kota Hums semenjak kelompok teroris meninggalkan kota ini(sejak satu tahun yang lalu) situasi kota ini menjadi lebih baik dan lebih stabil. Situasi di Halab agak berbeda lantaran Turki bersama sekutu-sekutunya seperti Arab Saudi serta Qatar telah banyak kehilangan ‘kartu’ di banyak medan pertempuran Suriah dan kota Halab merupakan ‘kartu’ terakhir mereka khususnya bagi Erdogan, di karenakan dia bersama Arab Saudi telah berusaha mengirim sebanyak mungkin teroris ke dalam Suriah. Sepanjang dua bulan yang lalu para teroris masuk ke kota Halab lewat Turki untuk menguasai kembali kota ini, namun mereka gagal. Pada dasarnya kemajuan-kemajuan yang di capai militer kami di Halab dan sekitarnya adalah untuk mengurung kelompok-kelompok teroris”.

Hanya Rakyat Suriah Yang Bisa Menyatakan Siapa Yang Pergi Atau Tinggal

Beliau dalam menjawab pertanyaan lainnya terkait dengan permintaan agar dia mengundurkan diri mengatakan, “Tentang keinginan Amerika dan negara-negara barat dalam terkait dengan pengunduran diri saya, harus di katakan bahwa mereka sudah 5 tahun berbicara tentang ini dan kami sedikit pun tidak menganggap penting persoalan ini bahkan dengan satu penyataan. Siapa pun yang mesti tinggal maka Ia akan tinggal. Persoalan ini adalah urusan rakyat dan hanya bangsa Suriah yang boleh menyatakan siapa yang harus pergi dan siapa yang tinggal. Kami sama sekali tidak menganggap penting persoalan ini di mana mereka mengatakan siapa yang harus pergi dan siapa yang tinggal. Barat mengetahui dengan baik sikap kami dalam hal ini dan kami tidak akan buang-buang waktu untuk persoalan ini.