Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin gerakan Ansarullah, Sayid Abdul Malik Badruddin al-Houthi menegaskan agresi militer Arab Saudi atas Yaman adalah sikap campur tangan yang tidak semestinya atas rakyat dan hak-hak konstitusi pemerintahan Yaman. Selain itu dia menilai agresi militer tersebut adalah atas intervensi dan kehendak Amerika Serikat dan Israel.
Pemimpin gerakan Ansharullah ini berkata, "Agresor dari koalisi Arab adalah alat dan boneka bagi AS dan Israel untuk semakin memperkuat eksistensinya didaerah kawasan. Rakyat Yaman tidak semudah itu menjadi binatang buruan sedangkan musuh akan membayar harga mahal atas konflik yang mereka ciptakan.”
"Rakyat hidup dengan spiritual, kebanggaan dan kebebasan. Hari ini mayoritas rakyat Yaman memilih untuk mempertahankan kebebasan dan kemuliaan mereka. Mereka tidak akan membiarkan diri mereka diserang tanpa sedikpun aksi balasan." ucapnya dalam pidato yang disiarkan secara live di televisi.
Tambah beliau lagi yang ditujukan kepada rakyat Arab, "Kalian bersandar dengan raja kalian, kami bersandar pada Raja Penguasa Langit [Allah Swt]. Kami tidak akan duduk dan diam saja melihat kalian menjajah kami!"
Ia lebih lanjut menegaskan, "Rakyat Yaman akan bergerak dengan setiap kemuliaan dan tidak akan membiarkan diri dibunuh tanpa aksi perlawanan."
“Kami jauh lebih yakin dari sebelumnya untuk melawan balik. Yaman akan bertarung untuk menghadapi invasimu!”, tambahnya.
Berkata kepada penduduk Yaman, beliau menegaskan serangan ini akan membentuk dua medan perang yaitu perang internal dan kedua adalah perang secara terbuka. “Kami menolak diperbudak oleh Saudi. Saya menyeru pada umat untuk menciptakan 2 front: front internal dan yang lain untuk melawan invasi ini!”, tegasnya.
Sayid al-Houthi meminta rakyat Yaman bersatu dalam menghadapi agresi militer tersebut dan menegaskan rakyat siap menjadikan bumi Yaman sebagai pemakaman demi mempertahankan kehormatan. “Jika agresi ini terus belanjut di tanah kami, kami akan mempertimbangkan tidak ada lagi batas negara dan tidak ada lagi batas perlawanan sebagai jawaban kami!”, tegasnya lagi.