Menurut Kantor Berita ABNA, Panglima Angkatan Bersenjata Pasdaran Republik Islam Iran, Muhammad Ali Jafari berkata, "Saat ISIS memulai melancarkan kegasan di Irak, tidak ada negara sebagaimana sikap Iran yang dengan segera secara sigap siap membantu bangsa Irak untuk mengusir dan menghancurkan ISIS."
Pernyataan tersebut disampaikannya di Kompleks Kebudayaan Pendidikan Imam Ridha As di hadapan Komunitas Relawan sambil menerangkan bahwa pasukan militer dan relawan merupakan dua simbol suci yang tidak bisa dipisahkan. "Kedua simbol suci ini lahir pada hari yang sama yaitu pada kemenangan Revolusi Islam dengan inisiatif Imam Khomeini."
Beliau menganggap falsafah lahirnya tentara dan militer adalah menjaga Revolusi Islam dari segenap segi dan menambahkan, "Hari ini teman dan lawan mengakui, sekiranya kesatuan tentara tidak ada, kita tidak mengetahui bagaimana nasib yang akan menimpa Revolusi Islam."
"Kita sebagai tentara pengawal, hendaklah bersyukur kepada Allah Swt karena atas taufiq-Nya, kita dapat berbakti dan menjaga Revolusi Islam. Namun perkara penting yang perlu diterapkan dalam melakukan pengawalan adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Pemimpin Tertinggi, yaitu kita mengawal tepat pada masanya dan secara tulus," tutur beliau.
Beliau menerangkan tugas Pengawal Revolusi pada mulanya adalah mengenal revolusi dengan baik. Ia berkata, "Revolusi Islam Iran merupakan satu gerakan yang tiada tandingan, berkesinambungan, amat mendalam, berkualitas tinggi dan berasal dari nash-nash agama. Ini semua adalah berkat darah para syuhada revolusi dan perjuangan delapan tahun membela dan menjaga kedaulatan Negara dari ronrongan musuh pada perang Iran-Irak. "
Selain itu, menurutnya fitnah tahun 2009-2010 (revolusi hijau) justru membantu memperkuat Revolusi Islam dan berkata, "Fitnah Amerika dan Israel ini merupakan bahaya besar bagi revolusi. Namun seperti biasa anak bangsa sadar dan peka dengan menghadirkan diri sebagai reaksi terhadap musuh pada 9 Dei (30 Disember 2009) sambil mengeluarkan pesanan terhadap penentang dan pengkhiatan di dalam dan luar negara."
"Hanya Iran saja yang membantu dan mempertahankan negara-negara Islam. Di zaman ISIS muncul di Irak, tidak ada negara yang membantu membasminya, namun Iran segera bergegas membantu bangsa Irak sehingga mengalami sejumlah kekalahan. Dari sini ISIS sudah pesimis dengan segala rancangan-rancangannya selama beberapa tahun.” tambahnya. "
Konsistennya Revolusi Islam disebabkan keteguhan rakyat dan umat Islam terhadap pemimpin Revolusi Islam sehingga perkara penting ini mempunyai kedudukan di sisi Allah yang mana dengan bantuanNya merupakan bantuan terhadap revolusi ini," jelasnya.
Panglima Angkatan Bersenjata Pasdaran ini menerangkan berkat revolusi Islam dan darah syuhada, keamanan dapat mendominasi negara, "Dalam menghadapi serangan musuh, baik secara fisik maupun melalui invasi pemikiran, kita telah memberikan sebaik-baiknya jawaban."