20 Januari 2015 - 16:41
Pelecehan atas Kemuliaan Nabi, Tidak Bisa Dibiarkan

“Penghinaan dan pelecehan terhadap kesucian dan kemuliaan simbol-simbol Islam dan Nabi Muhammad Saw bukanlah sesuatu yang akan dibiarkan lewat dan berlalu begitu saja, perbuatan seperti itu harus mendapat kecaman dan kutukan keras sedemikian rupa. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, sekiranya umat Islam bersatu, Barat dan musuh-musuh Islam tidak akan berani mempermainkan dan melakukan pelecehan yang berulang-ulang.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nuri Hamadani, salah seorang ulama marja taklid Syiah dalam kelas pelajaran fiqh yang diasuhnya di Masjid Adzham Qom Republik Islam Iran menyatakan kecaman atas penghinaan dan pelecehan majalah Perancis atas keagungan dan kemuliaan Nabi Besar Muhammad Saw.

Ulama marja taklid Syiah dalam pernyataannya selanjutnya menyebutkan Negara adikuasa dan Zionis Internasional berada dibalik aksi penghinaan tersebut. Beliau berkata, “Akar dari semua bentuk penghinaan ini adalah dendam kesumat dan kebencian Barat terhadap Islam dan umat Islam. Dari sejak kejayaan Islam sampai saat ini, kebencian tersebut terus mereka pupuk dan pelihara.”

“Apa yang dilakukan musuh-musuh Islam ini adalah untuk mengetahui sejauh mana reaksi umat Islam atas penghinaan yang mereka lakukan. Jika umat diam saja, artinya program-program busuk yang telah mereka jalankan selama ini mereka anggap berhasil. Namun reaksi keras umat Islam atas penghinaan dan pelecehan yang mereka  lakukan, telah membuyarkan angan-angan mereka, untuk menjauhkan umat ini dari agama dan simbol-simbol suci mereka.” tambahnya.

Ayatullah Nuri Hamadani kembali menambahkan, “Karena itu umat Islam diseluruh dunia memang sudah semestinya mengecam dan mengutuk segala bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap simbol-simbol umat Islam, terlebih lagi jika yang mereka lecehkan adalah Nabi Besar umat Islam. Umat Islam dari golongan dan kelompok manapun, yang masih memiliki ghirah keislaman akan geram dengan perbuatan mereka dan tidak mengizinkan pelecehan serupa terus berulang.”

Ayatullah Nuri Hamadani juga mengingatkan fatwa bersejarah Imam Khomeini ra, yang menyerukan Salman Rusdi yang menulis pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw dalam novelnya The Satanic Verses untuk halal darahnya ditumpahkan. “Penghinaan dan pelecehan terhadap kesucian dan kemuliaan simbol-simbol Islam dan Nabi Muhammad Saw bukanlah sesuatu yang akan dibiarkan lewat dan berlalu begitu saja, perbuatan seperti itu harus mendapat kecaman dan kutukan keras sedemikian rupa. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, sekiranya umat Islam bersatu, Barat dan musuh-musuh Islam tidak akan berani mempermainkan dan melakukan pelecehan yang berulang-ulang.”