11 Agustus 2014 - 07:12
Krisis Jalur Gaza, Isu Penting Dunia Islam

Hojjatoleslam Kazem Seddiqi, khatib shalat Jumat Tehran menyatakan, krisis saat ini di Jalur Gaza merupakan isu terpenting Dunia Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Hojjatoleslam Kazem Seddiqi, khatib shalat Jumat Tehran menyatakan, krisis saat ini di Jalur Gaza merupakan isu terpenting Dunia Islam.

Hojjatoleslam Kazem Seddiqi dalam khutbah shalat Jumatnya di Tehran mengutuk agresi dan brutalitas rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza selama satu bulan. "Kejahatan rezim ini terhadap warga tak berdosa Gaza tidak ada justifikasi rasional, legal dan internasional," tekan Kazem Seddiqi.

Khatib Shalat Jumat Tehran seraya menjelaskan bahwa Israel senantiasa memanfaatkan peluang untuk melakukan kejahatan, menambahkan, pembantaian massal sekitar dua ribu warga Palestina di Jalur Gaza dan arus pengungsian puluhan ribu warga jarang terjadi dalam sejarah regional.

Hojjatoleslam Kazem Seddiqi seraya mengungkapkan rasa keterkejutannya atas kebungkaman organisasi internasional menyaksikan tragedi Jalur Gaza menjelaskan, organisasi ini di luarnya dibentuk untuk mendukung negara-negara tertindas, namun tidak bertindak menyikapi kezaliman Israel serta bangsa Palestina yang tertindas. Mereka memilih bungkam menyaksikan kejahatan rezim Zionis Israel dan secara tak langsung membela rezim ilegal ini.

Khatib shalat Jumat Tehran mengkritik statemen terbaru Sekjen PBB, Ban Ki moon yang mendesak pembebasan seorang serdadu Israel oleh Palestina. "Sangat disayangkan bahwa sampai saat ini ratusan anak-anak Palestina dibantai secara massal di perang Gaza, namun PBB hingga kini belum melakukan langkah serius menghentikan kejahatan ini," tekan Hojjatoleslam Kazem Seddiqi.

Seraya mengisyaratkan dukungan nyata baik politik, propaganda dan senjata oleh Amerika Serikat serta sejumlah negara kepada Israel, Hojjatoleslam Kazem Seddiqi menambahkan, kebungkaman sejumlah negara kawasan terhadap kejahatan anti kemanusiaan di Jalur Gaza akan mencatat sejarah kelam mereka di lembaran senjarah.

Khatib Shalat Jumat Tehran menyatakan resistensi rakyat Gaza menghadapi serangan brutal Israel patut menjadi teladan dan layak untuk dipuji.

Hojjatoleslam Kazem Seddiqi  seraya mengisyaratkan transformasi Irak berharap bahwa dengan ditunjuknya perdana menteri baru di negara ini akan terbuka peluang guna menciptakan stabilitas di Irak.

Khatib Shalat Jumat Tehran dalam hal ini memuji agen-agen Republik Islam Iran dalam menditeksi anasir yang berafiliasi dengan asing dan anti revolusi serta kelompok takfiri yang menjadi faktor penebar fitnah dan pengobar perpecahan di tubuh umat Muslim. [IRIB]