Menurut Kantor Berita ABNA, Serangan militer Irak ke tempat persembunyian para teroris Partai Baats dan Daulah Islamiyah fi Iraq wa Syam (DIIS) di Tal Afar, Utara Irak memaksa kelompok-kelompok teroris itu mundur dari wilayah tersebut.
Stasiun televisi Al Mayadeen (18/6) melaporkan, anasir-anasir teroris terpaksa mundur dari Tal Afar menuju ke wilyah-wilayah di Barat kota Mosul yang mereka duduki setelah digempur jet-jet tempur militer Irak.
Militer Irak dalam kelanjutan operasi pembersihan wilayah negara itu dari para teroris berhasil merebut kembali sejumlah wilayah antara Baghdad dan kota Balad di Provinsi Salahuddin, Utara Irak.
Pada saat yang sama, stasiun televisi Al Mayadeen mengabarkan tentang berlanjutnya pertempuran antara kelompok teroris DIIS dan kelompok bersenjata lain di satu sisi, dan dengan militer Irak di sisi lain. Menurut Al Mayadeen dalam pertempuran ini sejumlah teroris dan seorang personel militer Irak tewas di wilayah Tarmiyah, Baghdad.
Pertempuran juga terjadi di salah satu pos pemeriksaan militer Irak di wilayah Yusufiyah, Selatan Baghdad.
Sementara itu, salah satu sumber keamanan Irak mengabarkan tewasnya 13 anasir teroris Baats-DIIS dalam pertempuran yang terjadi di Utara kota Fallujah dan Barat Irak.
Sumber-sumber Irak juga melaporkan, 150 pejabat intelijen Arab Saudi di bawah pimpinan Fahad Misbah keluar dari Suriah dan ditempatkan di Provinsi Ninawa dan Mosul, Utara Irak. Mereka ditugaskan untuk mendukung anasir-anasir teroris Partai Baats-DIIS dan kelompok-kelompok teroris lain, juga untuk mengawasi aksi-aksi yang mereka lakukan.
Militer Irak dengan kerjasama "Pasukan Sukarelawan Rakyat" berhasil membersihkan anasir-anasir teroris di wilayah Azim, Qadisiyah dan Suqour, pada 17 Juli di Utara dan wilayah-wilayah Qaem, Arbat, Jazirah dan Durul Iskan di Al Anbar di Barat negara itu. (IRIB)