17 Juni 2014 - 03:34
Ulama Marja Taklid Irak Serukan Solidaritas Hadapi ISIS

Agresi militer yang dilancarkan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atas sejumlah wilayah Irak yang disertai dengan aksi-aksi keji berupa pembunuhan, perampasan harta bahkan sampai pada pelecehan kehormatan menimbulkan protes dan kemarahan para ulama Syiah dan Sunni di negara tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, agresi militer yang dilancarkan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atas sejumlah wilayah Irak yang disertai dengan aksi-aksi keji berupa pembunuhan, perampasan harta bahkan sampai pada pelecehan kehormatan menimbulkan protes dan kemarahan para ulama Syiah dan Sunni di negara tersebut.  Berikut diantara reaksi yang diberikan oleh sejumlah ulama di Irak:

Ayatullah Sisitani: Pemerintah dan para pemimpin politik harus tegas dan bersatu dalam menghadapi Takfiri Ayatullah al-Uzma al-Sistani yang merupakan marja' taqlid Syiah pada hari Selasa lalu mengeluarkan pernyataannya dengan meminta usaha untuk memerangi ISIS dan menyelamatkan rakyat dari kejahatannya lebih diperkuat dan ditingkatkan. Pada bagian lain pernyataannya, Ayatullah Sistani mengungkapkan, "Marja' agama di Irak mengkhawatirkan situasi keamanan terkini di daerah Niniwa dan sekitarnya. Adalah menjadi kewajiban bagi setiap warganegara Irak dan para pemimpin politik untuk membela nasib rakyat Irak dengan menyatukan kesepakatan dan mempertingkatkan usaha dalam menghadapi aksi-aksi teroris".

Ayatullah Fayyad: Para pemimpin politik dan pemerintah perlu bersatu

Dalam sebuah pesan tertulis Marja' Taqlid di Najaf, Ayatullah Syeikh Ishaq Fayyad turut prihatin dengan kondisi terakhir Irak yang mendapat ancaman dari serangan kelompok teroris yang mendapat dukungan dari kekuatan asing. Namun menurutnya hal tersebut bisa diatasi dengan pertolongan Allah SWT dan upaya keras untuk bersatu dalam menghadapi setiap serangan musuh.

Melalui pesan tertulis tersebut, beliau berkata, "Para marja' taqlid di Najaf mengikuti perkembangan konflik keamanan di daerah Niniwa dan penguasaan kelompok-kelompok teroris terhadap kota-kotanya termasuk usaha untuk menguasi wilayah-wilayah lain".

"Dalam situasi demikian, kami meminta para pemimpin politik bersatu dan bekerjasama untuk mengakhiri krisis-krisis Irak", tutur beliau.

Sambil mengucapkan penghargaan kepada pihak pemerintah yang secara tanggap dan cepat bereaksi dalam upaya untuk menyelamatkan keadaan, beliau berkata, "Militer yang memang berkewajiban untuk menjaga keselamatan warga diminta untuk lebih meningkatkan upayanya, dan wargapun diserukan untuk memberi bantuan kepada militer dengan membangun gerakan perlawanan sukarelawan. Semoga dengan upaya yang dibangun dari kerjasama, solidaritas dan bangun membangun mampu membuat musuh tidak berkutik, dan gagal untuk mencapai tujuannya.” Ayatullah Bashir al-Najafi: Kami tidak izinkan Irak dipecah belah

Ayatullah al-Uzma Bashir al-Najafi turut mengeluarkan pernyataan serupa terhadap upaya teroris ISIS untuk mengausai Nainawa. Beliau berkata, "Saya mengecam keras segala bentuk upaya yang hendak mengganggu stabilitas dan keamanan di Irak yang tercinta. Pihak musuh telah mencoba memecah belah negara ini, dan mereka melakukan berbagai upaya agar cita-cita mereka berhasil.”

Beliau menambahkan, "Setiap jengkal bumi Irak adalah hak warga Irak, kita tidak rela tanah ini dikotak-kotakkan dan dipecah belah. Kami minta seluruh rakyat Irak khususnya pihak pemerintah agar berdiri menghadapi musuh dengan penuh keberanian dan memberikan tindak balas atas serangan yang telah dilancarkan kepada masyarakat sipil". "Setiap ahli politik yang sadar akan situasi pelik ini, perlu untuk menghindarkan berbagai pertikaian dan perselisihan politik dan lebih mengutamakan persatuan nasional. Hendaklah menunaikan tanggungjawab dan turut bergabung dalam gerakan rakyat bersama melawam teroris.”

"Tidak bisa dipungkiri, adanya sejumlah aparatur negara yang tidak cakap, yang juga turut mengambil andi membentuk kondisi yang mengkhawatirkan ini. Karenanya persatuan yang dibentuk dari seluruh lapisan masyarakat adalah sebuah kemestian untuk ditumbuhkan.” Lanjutnya.

 Ayatullah Asifi: Perjuangan menghadapi teroris adalah kewajiban syariat

Ayatullah Syeikh Muhammad Mahdi Asifi menyerukan dengan tegas agar rakyat yang berkemampuan untuk turut terlibat dalam upaya bela negara dari ronrongan kelompok teroris yang dibiayai dan didukung oleh kekuatan-kekuatan asing.

Beliau berkata, "Irak hari ini menghadapi bahaya yang tidak main-main dari kelompok teroris.. Teroris yang sebelum ini telah menyerang Ramadi, Falujah dan Samarra sekarang telah pergi ke Mosul. Ancaman pemusnahan, pembunuhan dan pelecehan kehormatan tempat-tempat suci sebagaimana yang terjadi di Suriah, sekarang ini sedang mencengkram Irak.”

"Kewajipan syar'i bagi setiap umat Islam adalah bersemangat untuk segera bergabung membantu militer negara demi perjuangan, mempertahankan Islam serta Irak, di samping mencegah bahaya yang bakal merusak kedaulatan negara ini.” Tambahnya.

"Ulama agama, para imam shalat Jum’at, pasukan keamanan, pembesar kabilah, para pemuda Islam, semuanya menanggung tanggung jawab untuk menghindari fitnah ini dan sekiranya tidak bertindak demikian maka kerusakan yang lebih parah akan terjadi di atas muka bumi," tegas beliau.