Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Suriah Vladimir Putin menyebut dua pemboman terbaru di Volgograd sebagai serangan tidak manusiawi dan memperingatkan bahwa Moskow akan melanjutkan perang melawan teroris secara keras dan konsisten hingga para teroris musnah.
Pernyataan tersebut dilontarkan Putin bersamaan dengan pengerahan sekitar 5.200 pasukan polisi ke Volgograd untuk memeriksa lalu lintas dan angkutan umum menyusul dua ledakan bom pada Ahad dan Senin yang menewaskan 34 orang dan melukai 80 lainnya.
Polisi Rusia telah melakukan penyisiran diseluruh kota Volgograd dan menahan 87 orang. Peristiwa yang terjadi diakhir tahun 2013 tersebut menjadikan Putin menyebut tantang ter terbesar yang dihadapi negaranya pada tahun baru adalah pertentangan melawan teroris.
Serangan-serangan bom bunuh diri di Valvograd yang memperlihatkan jejak Al Sa’ud, telah membuat Vladimir Putin, Presiden Rusia memutuskan untuk memberikan warna baru dalam pidato tahunannya dan mengkonsentrasikan perhatiannya pada perang melawan teroris hingga memperoleh kemenangan sempurna.
Dalam pidatonya tersebut Putin berjanji akan memulai perang yang berat dan kontinyu dalam melawan teroris hingga memperoleh kemenangan sempurna di Rusia.
Pada saat-saat akhir menjelang tahun baru, berkaitan dengan ini mengatakan, tindakan-tindakan terorisme tak manusiawi di Volgograd merupakan tantangan terbesar Rusia di tahun 2013.
Presiden Rusia juga mengatakan bahwa Moskow senantiasa bersatu dan tegas saat menghadapi tantangan-tantangan besar.
Dalam insiden ledakan-ledakan teroris di Volgograd Rusia yang terjadi pada tanggal 29 dan 30 Desember, setidaknya 34 tewas dan 80 orang luka berat.
Putin Kunjungi Korban Ledakan Bom
Presiden Rusia telah melakukan kunjungan mendadak ke selatan kota Volgograd untuk memberikan penghormatan kepada para korban dua pemboman baru-baru ini.
Vladimir Putin tiba di Vogograd pada Rabu (1/1) pagi dan meletakkan bunga di salah satu situs bom dan menjenguk korban terluka di sebuah rumah sakit di kota tersebut. Ia menyebut serangan dua bom di kota Volgograd sebagai sebuah "kekejian."
"Kekejian dari kejahatan yang dilakukan di sini di Volgograd tidak memerlukan ekstra komentar," ujarnya.
Ia menambahkan, bagaimana para penjahat bisa membenarkan tindakan mereka, padahal tidak ada pembenaran atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak.
Serangan bomdi stasiun utama kereta api pada Ahad dan di sebuah bus penumpang pada Senin telah menewaskan 34 orang dan melukai 72 lainnya, di mana 65 di antaranya masih dirawat di rumah sakit.
Putin pada Selasa menyebut dua pemboman terbaru di Volgograd sebagai serangan tidak manusiawi dan memperingatkan bahwa Moskow akan melanjutkan perang melawan teroris secara keras dan konsisten hingga para teroris musnah.
Pernyataan tersebut dilontarkan Putin bersamaan dengan pengerahan sekitar 5.200 pasukan polisi ke Volgograd untuk memeriksa lalu lintas dan angkutan umum pasca dua ledakan bom itu.
Polisi Rusia telah melakukan penyisiran diseluruh kota Volgograd dan menahan 87 orang.
493239