Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Jawad Amuli dalam pertemuannya dengan para petinggi dan staff militer rabu [9/10] di kota Qom mengucapkan selamat atas peringatan dirgahayu militer Iran yang jatuh beberapa hari sebelumnya. Beliau mengatakan, "Dalam pemerintahan Islam setiap komponen memiliki tanggungjawab dan peran masing-masing, yang harus dijalankan dengan baik. Begitupun peran dan tanggungjawab kesatuan militer. Militer bertanggungjawab menjaga kedaulatan dan keutuhan negara ini dari pihak-pihak yang ingin merusak dan membuat kacau."
"Mereka yang berjuang dan bekerja keras menjaga keamanan, martabat dan kesejahteraan masyarakat muslim, maka tidak diragukan lagi, akan mendapatkan pahala yang sangat besar." Lanjut ulama marja taklid tersebut.
Mengenai keberhasilan militer dan kepolisian Iran membekuk sindikat jaringan narkoba yang semakin meningkat peredarannya, Ayatullah Jawad Amuli mengatakan, "Kepolisian dan pihak yang berwenang jangan sama sekali sampai merasa puas dengan keberhasilan yang ada. Keberhasilan membekuk dan membongkar sindikat peredaran Narkoba di kota-kota besar, tentu patut disyukuri. Tetapi jangan sampai lalai, sebab patut diketahui, musuh akan memproduksi narkoba sepuluh kali lipat dari setiap keberhasilan menghalangi usaha mereka."
"Musuh dan pihak asing tidak kenal menyerah untuk menghancurkan generasi muda negeri ini. Bisnis narkoba di negeri ini bukan berbicara keuntungan besar berupa materi yang akan mereka dapat melainkan murni hendak merusak generasi muda, dan ini jauh lebih berbahaya. Jika generasi muda kita berhasil mereka kotori dan rusak, maka dapat dipastikan kebudayaan dan pemikiran besar Iran akan tinggal cerita." Lanjut guru besar Hauzah Ilmiah Qom tersebut.
Ulama penulis kitab tafsir al Tasnim pada bagian lain ceramahnya menyampaikan, "Berkenaan dengan hijab juga jangan sampai ditinggalkan. Kepada siapapun yang melalaikan hijab, baik yang menggunakannya secara buruk atau meninggalkan sama sekali mereka harus diingatkan. Sebab kerusakan moral dan merebaknya masalah-masalah sosial bermula dari masalah hijab yang dilalaikan."
"Militer dan kepolisan memiliki jasa besar bagi negara ini, baik pada masa revolusi maupun sekarang. Menjaga tegaknya nilai-nilai Islam dan kedaulatan negara Islam adalah sebuah amal ibadah yang pahalanya sangat besar, bahkan mati saat menjalankan tugas di jalan ini, insya Allah akan tercatat sebagai syuhada yang darahnya abadi dan akan terus mengharumkan negara ini yang menjadikan Al-Qur'an dan Itrah Ahlul Bait sebagai hakim." Tutup Ayatullah Jawad Amuli.