16 Mei 2013 - 09:11

Press TV Rabu (14/5) melaporkan kapal yang membawa lebih dari 100 orang tenggelam di lepas pantai Pauktaw di negara bagian Rakhine pada Senin setelah menabrak batu di perairan pesisir. Warga Rohingya mencoba menyelamatkan diri dari terjangan angin topan Mahasen yang melanda wilayah itu pada hari Kamis dan Jumat.

Menurut Kantor Berita ABNA, Tim penyelamat masih melakukan aksi pencarian puluhan Muslim Rohingya yang hilang setelah perahu mereka terbalik di Myanmar barat.

Press TV Rabu (14/5) melaporkan kapal yang membawa lebih dari 100 orang tenggelam di lepas pantai Pauktaw di negara bagian Rakhine pada Senin setelah menabrak batu di perairan pesisir.

PBB mengatakan delapan mayat ditemukan, dan 42 orang lainnya berhasil diselamatkan. Dilaporkan pula, 50 orang masih hilang dan dikhawatirkan tewas.

Warga Rohingya mencoba menyelamatkan diri dari terjangan angin topan Mahasen yang melanda wilayah itu pada hari Kamis dan Jumat.

Pada tahun 2008, topan Nargis menewaskan lebih dari 13.000 orang di Myanmar.

PBB telah memulai evakuasi terhadap warga Rohingya yang tinggal di beberapa daerah di negara bagian Rakhine seperti Pauktaw.

Menurut data PBB, hampir 20.000 Rohingya berlindung di kamp-kamp sementara di Pauktaw.

Sekitar 800.000 Muslim Rohingya di Rakhine dirampas hak-hak kewarga- negaraannya. Kebijakan diskriminatif pemerintah Rangon itu menyebabkan minoritas Muslim Rohingya rentan terhadap tindak kekerasan dan penganiayaan, serta pengusiran selama bertahun-tahun.