1 Desember 2012 - 20:30

Dari perhitungan hasil resmi pemilihan parlemen Kuwait, untuk pertama kalinya dalam sejarah, umat muslim Syiah negara ini berhasil meraih 34 persen kursi parlemen.

Menurut Kantor Berita ABNA, dari perhitungan hasil resmi pemilihan parlemen Kuwait, untuk pertama kalinya dalam sejarah, umat muslim Syiah negara ini berhasil meraih 34 persen kursi parlemen. TV al-Jazeera sebagaimana dikutip ISNA, Ahad (2/12) melaporkan, hasil resmi pemilihan parlemen Kuwait 17 wakil Syiah yang mendominasi 34 persen suara, melenggang ke majelis. Sementara itu, kelompok oposisi mengklaim bahwa hasil pemilu tersebut tidak sah secara hukum dikarenakan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan parlemen ini. Partisipasi masyarakat dalam pemilu parlemen yang tidak lebih dari 26 persen itu dinilai pihak oposisi tidak valid dan tidak mewakili tuntutan rakyat Kuwait. Pemilu parlemen Kuwait kali ini diikuti oleh sejumlah kelompok politik seperti Ikhwanul Muslimin, Koalisi Nasional Demokrat, Gerakan Hukum Islam, Front Buruh Nasional dan Tribun Demokratik. Selain itu, etnis Yaman terbesar di Kuwait, al-Awazim dan Matir, yang merupakan 18 persen dari total jumlah penduduk Kuwait juga ikut memboikot pemilu tersebut. Dalam pemilu parlemen Kuwait kali ini, 30 wakil yang merupakan orang dekat pangeran Nasser Mohammed, mantan Perdana Menteri, masuk ke parlemen. Dengan demikian, kemungkinan kembalinya pangeran Nasser ke kursi kekuasaan Kuait semakin menguat. Pemilu parlemen digelar dengan aturan baru yang dikeluarkan oleh Emir Kuwait, dan ini yang sejak lama telah ditentang pihak oposisi. Sejak tahun 2006, Kuwait telah menggelar pemilu parlemen, dan tidak ada satu pun majelis terpilih yang mampu menyelesaikan secara sempurna empat tahun masa kerjanya, karena di tengah jalan dibubarkan oleh Dewan Legislatif atau oleh Emir Kuwait. Dalam pemilu parlemen sebelumnya, oposisi yang sebagian besar didominasi kelompok Islam dan Ikhwanul Muslimin, mampu merebut mayoritas suara parlemen, sekitar 35 persen kursi.