Menurut Kantor Berita ABNA, Surat kabar rezim Israel mengangkat berita terkait langkah Raja Saudi yang mengangkat seorang rabi Yahudi sebagai penasehatnya di Pusat Dialog Agama Austria.
Yediot Aharonot edisi hari Selasa (27/11) menulis, "Abdullah bin Abdulaziz untuk pertama kalinya secara resmi mengangkat David Rosen, seorang rabi warga Zionis sebagai penasehatnya. Rosen adalah salah satu pengurus Pusat Dialog Agama dan Kebudayaan." Emad News (28/11) melaporkan.
Pusat Dialog itu secara langsung berafiliasi ke kantor kerajaan Arab Saudi, dan seluruh agamawan serta pengurusnya yang berjumlah 70 orang berada di bawah pengawasan kantor kerajaan.
Langkah Malik Abdullah ini, tulis Yediot Aharonot, dinilai sensitif karena Rosen adalah warga Israel dan seorang rabi yang memiliki beberapa kewarganegaraan, di antaranya Lebanon dan Arab Saudi.
"Langkah tersebut memberikan kontribusi penting bagi disingkirkannya penghalang yang merintangi hubungan Arab Saudi dan Israel," kata surat kabar ini.
Sementara itu, Rosen mengaku telah melakukan dialog dengan Raja Abdullah terkait masalah yang berhubungan dengan agama Yahudi, dan Abdullah menunjukkan bahwa dirinya memiliki pemahaman yang baik tentang masalah tersebut.
Yediot Aharonot memuji Raja Abdullah karena berani memilih seorang rabi sebagai penasehatnya, dan karena ia transparan serta tidak ragu dengan langkahnya itu. Selain itu, mereka juga berharap langkah seperti ini akan terulang lagi. (IRIB Indonesia)