14 Oktober 2012 - 20:30

"Seluruh umat Islam hendaklah meneguhkan persatuan ini dalam menghadapi musuh sehingga membuat pemerintah di negara-negara mereka sendiri menganggap tuntutan tersebut sebagai sesuatu yang harus dipenuhi yang pada akhirnya pada kemudian hari tidak ada lagi pihak yang berani melakukan pelecehan terhadap simbol suci agama."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekjen Majma Jahani Ahlul Bait as Hujjatul Islam Muhammad Hasan Akhtari dalam penyampaiannya pasca demonstrasi besar-besaran Mahasiwa Teheran berkata, "Berdiam diri dalam menghadapi gerakan anti Islam lewat produksi film yang menjadikan Nabi Muhammad sebagai obyek penghinaan oleh warga Amerika-Zionis dan karikatur di surat khabar Perancis tidak bisa dibenarkan."

Dalam penyampaian selanjutnya beliau menambahkan bahwa seluruh media dan umat Islam wajib menunjukkan reaksi mereka terhadap tindakan Barat dan berbagai penghinaan mereka terhadap agama Islam.

"Jalan alternatif untuk menyikapi penghinaan negara-negara Barat terhadap umat Islam adalah menunjukkan kebencian kita akan sikap permusuhan mereka, penentangan atas makar mereka harus dilakukan serentak khususnya oleh mahasiswa, tenanga pengajar, pekerja seni dan lain-lain lagi," terang beliau.

Beliau turut menekankan betapa pentingnya memberikan perhatian dalam mencegah penghinaan ini tersebar. Kata beliau, "Seluruh umat Islam hendaklah meneguhkan persatuan ini dalam menghadapi musuh sehingga membuat pemerintah di negara-negara mereka sendiri menganggap tuntutan tersebut sebagai sesuatu yang harus dipenuhi yang pada akhirnya pada kemudian hari tidak ada lagi pihak yang berani melakukan pelecehan terhadap simbol suci agama."