Menurut Kantor Berita ABNA, Hadhrat Ayatullah Husain Nuri Hamadani, ulama marja taqlid dalam pertemuannya dengan pejabat dan petinggi satuan keamanan Negara senin (1/10) menyatakan, "Dalam keadaan keamanan Negara terjamin, maka Negara tersebut akan mengalami kemajuan dan dengan mudah bergerak kearah yang direncanakan bersama. Demikian pula dalam mencapai kemajuan tekhnologi dan sains."
Ayatullah Nuri Hamadani dalam penjelasannnya mengenai keamanan yang memiliki beberapa unsur penting menambahkan, "Kesatuan militer dan keamanan harus menjaga semua unsur-unsur warga Negara secara umum, keselamatan jiwa, harta, dan kebebasan berpikit. Dan militer harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diembannya."
Berkaitan dengan keberhasilan Iran menjadi tuan rumah pada konferensi tingkat tinggi Negara-negara Gerakan Non Blok di Teheran beberapa waktu lalu, Ayatullah Nuri Hamadani mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi terhadap kesatuan militer, kepolisian dan satuan keamanan secara umum karena mampu menjalankan tugas dengan baik, sehingga sampai berakhirnya penyelenggaraan acara tidak terdapat kejadian yang tidak diinginkan. "Kelancaran jalannya pertemuan tingkat internasional tersebut terwujud karena terjaminnya keamanan oleh satuan militer yang telah bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya." Ungkap ulama marja taqlid tersebut.
Dalam lanjutan pesannya, Ayatullah Nuri Hamadani mengatakan, "Pihak militer dan kepolisian hendaklah menjalin hubungan erat dan kerjasama dengan masyarakat. Aktivitas militer terhitung amal ibadah. Sehingga jika dilakukan dengan penuh rasa ikhlas dan ketika berinteraksi dengan masyarakat didasari budi pekerti dan akhlak islami, niscaya tugas-tugas dalam menjaga keamanan akan lebih mudah, sebab interaksi yang didasari dengan akhlak Islam akan memberi pengaruh besar."
Ayatullah Nuri Hamadani turut menegaskan bahwa keamanan adalah rukun terpenting dari sebuah masyarakat. Masyarakat hanya akan mengalami kemajuan jika dalam keadaan aman. Menurut beliau, kemajuan sebuah bangsa dapat diukur dari sejauh mana bangsa tersebut menjaga keamanan sosialnya.