Menurut Kantor Berita ABNA, Aktivis Syiah dan pejuang hak asasi manusia Khalid al-Labad terbunuh setelah mendapat luka yang cukup parah pasca penyerangan pihak kepolisian rezim Al Saud.
Dalam satu serangan rabu malam (26/9), polisi Saudi sengaja melepaskan tembakan beruntun kearah tubuh aktivis HAM tersebut. Puluhan peluru yang terarah ke tubuh termasuk kepala, menyebabkan aktivis Syiah yang telah lama diincar kepolisian Arab Saudi tersebut tumbang seketika dan dalam keadaan luka parah segera dilarikan oleh pihak kepolisian. Berita kematiannya disampaikan sendiri oleh pihak kepolisian beberapa saat kemudian.
Berikut beberapa gambar bukti penyerangan kepolisian Arab Saudi di tempat kediaman Khalid al Labad.













Pihak keamanan Arab Saudi sejak pekan lalu semakin meningkatkan upaya kerasnya untuk menghentikan aksi demonstrasi warga Syiah di wilayah Timur Arab Saudi. Laporan terakhir lembaga HAM non-pemerintah Arab Saudi, dalam aksi unjuk rasa terbaru, pihak keamanan Saudi menangkap 24 demonstran dan menjebloskannya kepenjara.
Sebelum ini juga ulama Syiah Hujjatul Islam Syaikh Husain Al-Radhi ditangkap dengan tuduhan ikut dalam aksi unjuk rasa menentang film anti-Islam yang menghina Nabi di wilayah Ahsa. Namun kemudian dibebaskan malam kemarin (26/9) karena tuntutan warga. Aksi penangkapan dan pembunuhan demonstran oleh pihak keamanan Arab Saudi diharap dapat menghentikan aksi unjuk rasa di Saudi, namun justru membuat aksi unjuk rasa semakin merebak.