Menurut Kantor Berita ABNA, stasiun televisi BBC menyensor beberapa penggal dari pidato DR. Ahmadi Nejad yang disiarkan secara langsung dari markas PBB di New York Amerika Serikat. Presiden Republik Islam Iran, Ahmadi Nejad saat ini berada di New York untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB yang ke-67.
Dalam pertemuan tingkat tinggi supremasi hukum di markas PBB, Ahmadi Nejad menyinggung penghinaan Nabi Muhammad Saw yang dibela oleh pemerintah AS dengan alasan kebebasan ekspresi dan seni. Ketika Ahmadi Nejad mengaitkan mitos Holoucaust dengan kebebasan berpendapat, BBC menyensor ucapan Presiden Iran tersebut dan segera mengalihkan kepada berita lain.
Ahmadi Nejad dalam pidatonya tersebut mempertanyakan sikap bermuka dua AS, jika penghinaan terhadap Nabi umat Islam patut dibela dengan dalih kebebasan berekspresi lantas mengapa ilmuan dan sejarahwan yang hendak menyelidiki peristiwa Holoucaust malah mendapat pelarangan keras bahkan pemenjaraan?
Adanya sensor yang dilakukan BBC memberikan bukti bahwa AS dan Barat tidak konsisten dengan kampanye kebebasan berpendepat dan berekspresi yang mereka gaungkan. Ataukah kebebasan berpendapat hanya milik mereka, sementara diluar mereka tidak bisa dan mesti dihalang-halangi dan tidak mendapat ruang siar?.