Menurut Kantor Berita ABNA, Penegak hukum telah mengidentifikasi Nakoula Basseley Nakoula sebagai otak di belakang film Innocence of Muslims, film anti-Islam yang banyak dicerca oleh umat muslim di seluruh dunia saat ini.
Dilansir dari AP, Nakoula pernah mengatakan kalau dirinya memiliki peran dalam pembuatan film itu. Namun, dia bersikeras menyanggah kalau dia bukanlah sutradaranya. Sebelumnya, Sam Bacile diduga berperan penting dalam pembuatan film tersebut, tapi banyak keraguan ketika melihat identitas Bacile.
Dalam wawancara dengan The Associated Press di luar Los Angeles, Nakoula Basseley Nakoula mengakui keterlibatannya di film tersebut hanya di bagian logistik untuk memenuhi kebutuhan selama proses produksi film yang menghina umat Islam dan Nabi Muhammad itu.
Latar belakang Nakoula ternyata tidak bersih. Pria 55 tahun ini beberapa kali pernah terbentur masalah hukum. Pada 1997, menurut sumber terdekat dari kantor kejaksaan Los Angeles, Nakoula Basseley Nakoula pernah ditahan oleh Departemen Sheriff Negara, Los Angeles, pada 27 Maret 1997. Dia didakwa karena memproduksi metamfetamin.
Saat itu Nakoula mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan ia melanggar masa hukuman percobaan pada 8 April 2002 dan kembali dimasukkan ke bui selama satu tahun.
Pada 2010, Nakoula melakukan penipuan yang melibatkan rekening bank palsu yang digunakan untuk mencuri nomor jaminan sosial. Saat itu Nakoula dijatuhi hukuman penjara 21 bulan dan harus membayar denda US$ 790.000.
Diwawancarai The Wall Street Journal, Sam Bacile (52) yang mengaku sebagai pengembang dari California keturunan Israel-Amerika itu menyebut, Innocence of Muslim sebagai upaya politik untuk menarik perhatian terhadap kemunafikan Islam. “Islam adalah kanker dan film ini adalah film politik bukan film agama.." ungkapnya.
Kepada koran itu dia juga mengaku didanai donor Yahudi yang memberikan sumbangan lima juta dolar AS untuk membuat film itu. Namun, tak ada konfirmasi yang mendukung pernyataannya.
Kementerian luar negeri Israel sebaliknya justru mengatakan tidak ada catatan Sam Bacile sebagai warga negara Israel. "Orang ini benar-benar anonim. Pada titik ini tidak ada yang bisa mengkonfirmasi dia warga negara Israel dan bahkan jika dia tidak terlibat," kata juru bicara kementerian Yigal Palmor.
Steve Klein seorang aktivis anti-Muslim yang mengaku sebagai konsultan script pada film itu kepada CNN mengatakan bahwa Bacile bersembunyi. “Dia sangat tertekan, dan benar-benar sedih.” kata Klein kemarin. "Aku bicara dengannya pagi ini, dan dia mengatakan bahwa dia sangat prihatin dengan yang terjadi pada duta besar."
Sementara kepada The Atlantic, Klein menyebut Sam Bacile adalah nama samaran, dan dia tak tahu nama aslinya.
Klein dikenal di Southern California sebagai aktivis oposisi yang menolak pembangunan sebuah masjid di Temecula di sebelah tenggara Los Angeles tahun 2010 silam. Dia juga mengepalai Warga Peduli untuk Amandemen Pertama, kelompok yang berpendapat Islam adalah ancaman bagi kebebasan Amerika.
Ditipu Produser
Innocence Muslim awalnya dimulai dari sebuah iklan lowongan casting yang terbit Juli 2011 di majalah Backstage. Pengiklan mengaku mereka membutuhkan pemeran untuk sebuah film berjudul Desert Warrior yang akan menggambarkan sejarah petualangan di Gurun Arab.
Namun 80 pemain dan anggota kru yang terlibat dalam pembuatan film itu, seperti dilansir CNN mengaku tertipu dengan pembuat film. "Seluruh cast dan kru sangat marah dan mereka merasa ditipu oleh produser," kata mereka dalam sebuah pernyataan kepada CNN.
Para aktor yang terlibat di film Innocence of Muslims mengatakan kalau mereka telah ditipu oleh pria yang mengaku bernama Sam Bacile. Mereka mengatakan, ketika ditawarkan, naskah film tersebut tidak menceritakan tentang Islam. Salah satu aktris mengklaim semua referensi dan naskah yang disodorkan memiliki judul Laskar Desert.
Seorang aktris dalam film, yang meminta untuk tidak diidentifikasi, mengatakan naskah asli sama sekali tidak menyertakan karakter Nabi Muhammad. Dia bilang dia dan aktor lainnya mengeluh bahwa naskah mereka telah diubah sama sekali.
Wanita juga mengaku telah berbicara dengan produser, yang diidentifikasi dalam iklan sebagai Sam Bassiel. "Dia bilang dia menulis ulang naskah karena dia ingin umat Islam berhenti membunuh," katanya. "Saya tidak tahu dia melakukan semua ini."
Seorang anggota staf produksi yang bekerja pada film itu dan memiliki salinan naskah asli menguatkan keterangan wanita. Dalam naskah itu sama sekali tak disebutkan tentang Muhammad atau Islam.
Menurut Los Angeles Times film diputar pertama kali bulan Juni di sebuah teater yang tidak disebut lokasinya dan hanya ditonton oleh 10. Judul film kemudian diubah menjadi Innocence Bin Laden.
Klein kepada The Los Angeles Times menyebut film ini ditampilkan di Hollywood dengan harapan menggambarkan ekstremis Islam.
Nama Sam Bacile muncul pada bulan Juli ketika seseorang memposting preview film berurasi 14-menit di YouTube. Film ini telah diposting di bawah beberapa judul, termasuk Mohammed Trailer dan Muslim Innocence.
Pada awalnya film ini hanya menarik beberapa pengunjung di situs itu. Namun ketika film itu diterjemahkan dalam bahasa Arab dengan segera film memicu kemarahan kalangan Islam konservatif di Mesir yang berujung pada penyerangan keduataan AS di Mesir.
Dari Mesir kemarahan merembet ke Libya di Benghazi, Sanaa dan beberapa tempat lain di Arab. Di Benghazi, massa yang marah bahkan menewaskan Dubes AS di Libya, Cristopher Stevens dan tiga staf lainnya pada Kamis, 13 September 2012.