7 September 2012 - 01:20

"Rezim Zionis tidak mampu menyembunyikan kepanikan dan kekhawatirannya mengenai berhasilnya jalan konferensi tersebut."

Menurut Kantor Berita ABNA, meskipun Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Gerakan Non Blok telah selesai dipenghujung bulan Agustus lalu, reaksi pihak musuh terhadap keberhasilan pertemuan tersebut belum berhenti begitu saja.  

 

Ketika rekan-rekan negara Republik Islam Iran, media dan pengamat politik yang netral sepakat mengenai pencapaian cemerlang KTT GNB di Tehran, pihak musuh revolusi Islam Iran dengan geram mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang telah menyimpang dari ketentuan adab diplomatik. Kenyataan tersebut dapat terlihat jelas dalam ungkapan-ungkapan para tokoh Zionis.

 

Pengamat politik Palestina, Amjad Shihab berkata, "Rezim Zionis tidak mampu menyembunyikan kepanikan dan kekhawatirannya mengenai berhasilnya jalan konferensi tersebut."

 

Pakar masalah rezim Zionis Fadhl Thahboub menegaskan, "Konferensi GNB yang dihadiri oleh negara-negara anggota ini menyebabkan rezim Zionis dirundung kecemasan."

 

Beliau menganggap kehadiran perwakilan dari lebih 130 buah negara anggota GNB menunjukkan kegagalan politik Zionis dan Amerika dalam menyisihkan Iran.

 

Thahboub berkata, "Iran telah berterus terang bahwa pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujuan keamanan adalah hak Iran yang sah berdasarkan undang-undang internasional."

 

Beliau juga percaya, kerjasama antara negara-negara anggota di dalam konferensi di Teheran akan mewujudkan gerakan baru anti-kolonialisme di kawasan tersebut. 

 

Sementara itu kebanyakan pengamat dan ahli politik yang lain turut mengakui konferensi di Teheran juga akan menyelesaikan kemelut krisis-krisis Negara-negara kawasan.

 

Pejabat Irak juga sepakat dengan kemampuan Iran dalam memimpin GNB selama tiga tahun kedepan untuk menyelesaikan krisis kawasan.

 

Salah seorang pejabat Negara Irak Muhammad al-'Ukli menegaskan bahwa negara-negara dunia ke-tiga dan para anggota GNB hendaklah memainkan peranan yang lebih efisien dan efektif dalam menghadapi isu-isu di Timur Tengah.

 

Beliau turut menyatakan harapan agar konferensi yang berjalan sukses dengan kehadiran lebih dari 120 negara tersebut ini membuahkan hasil positif untuk negara-negara Arab dan negara-negara lain di dunia.

 

Salah seorang pengamat politik Arab Ghalib Qandil mengatakan amanat Sayyid Ali Khamenei dalam pembukaan Konferensi GNB memberikan nafas baru bagi konferensi untuk membebaskan diri dari dominasi Barat serta menjaga bangsa-bangsa yang dizalimi.

 

Beliau dalam sebuah artikel terbarunya menceritakan, "Kelangsungan KTT GNB yang dihadiri negara-negara anggota di Teheran menceritakan babak kemunculan sebuah blok besar di peringkat global. Sebagian dari anggota gerakan ini mempunyai kuasa dan pengaruh yang besar di arena internasional, serta berkemampuan menyediakan  struktur "perintah baru".