Menurut Kantor Berita ABNA, Husain Ali Shahriyari perwakilan Zahedan pada sidang terbuka Senin dalam pernyataannya tertuju Larijan, "Seperti yang anda ketahui hingga tahun 1340 (Kalender Iran) dulu Bahrain merupakan provinsi ke 14 Iran tetapi amat disayangkan akibat pengkhianatan SYah dan pengesahan MPR Bahrain menjadi negara mandiri." Lanjutnya, "Jika ada sesuatu yang terjadi dengan Bahrain, maka yang memiliki hak adalah republik Islam Iran bukan Arab Saudi." Pimpinan Komisi Kesehatan dan Pengobatan memanaskan sidang, "Konspirasi Ali Khalifah dan Arab Saudi harus diperangi." Shahriyari menyatakan, "Yang kami nantikan adalah Pimpinan politik luar negeri sepatutnya bersungguh-sungguh menindaklanjuti aksi ini." Larijani, ketua majelis memperingatkan, "Bahrain bukan asupan sederhana yang mudah ditelan kerongkongan Arab Saudi dan dimanfaatkan begitu saja." Beliau mendefinisikan kebangkitan tersebut sebagai pembentukan Bahrain seraya berkata, "Perbuatan bangsa Badui saat ini memberikan pengaruh buruk di negara tersebut dan merasuki berbagai perkara."
21 Mei 2012 - 19:30
Kode berita: 316936
Ketua Majelis Permusyawaratan Islam dalam menanggapi para perwakilan yang menginginkan kesungguhan tindak lanjut pimpinan politik luar negeri terkait rencana Arab Saudi yang ingin menguasai Bahrain menyatakan, "Bahrain bukan asupan sederhana yang mudah ditelan kerongkongan Arab Saudi dan dimanfaatkan begitu saja."