4 April 2012 - 01:28

Perjuangan rakyat Bahrain dalam mencetuskan revolusi sejak setahun lalu sampai saat ini telah menimbulkan banyak korban. Tercatat sampai jum'at (30/3) demonstrasi menentang rezim Ali Khalifah telah menelan korban jiwa sebanyak 82 orang.

Menurut Kantor Berita ABNA, Perjuangan rakyat Bahrain dalam mencetuskan revolusi sejak setahun lalu sampai saat ini telah menimbulkan banyak korban. Tercatat sampai jum'at (30/3) demonstrasi menentang rezim Ali Khalifah telah menelan korban jiwa sebanyak 82 orang. Korban jiwa terbaru adalah, seorang pemuda yang ditembak oleh pasukan anti huru-hara Bahrain Jum'at (30/3) yang menyebabkan ia luka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawa Ahmad Ismail Hasan (22) tidak berhasil diselamatkan. Selain itu media setempat Bahrain mengungkap kematian seorang warga sipil yang tidak diketahui selama ini. Menurut sumber berita tersebut, Haji Husain Majid Hasan Al-Majid, 70 tahun, dari Dimastan, meninggal dunia akibat terhidup gas beracun yang dilemparkan pasukan keamanan Bahrain yang diklaim untuk membubarkan massa yang sedang mengadakan aksi protes namun justru dilemparkan ke perumahan padat penduduk. Keluarga korban menyatakan, Haji Husain sebelumnya tidak dikenal sedang mengidap penyakit jantung atau masalah pernafasan namun ketika pasukan keamanan rezim Ali Khalifah melemparkan gas di kawasan perumahan penduduk, beliau seketika menggelepar dan segera dilarikan ke rumah sakit. Sempat mendapat perawatan medis namun kesehatannya tidak juga membaik, akhirnya dipindahkan ke rumah sakit lain namun justru terlantar selama 35 hari tanpa perawatan sampai akhirnya meninggal dunia.