31 Maret 2012 - 19:30

Menyikapi pembunuhan beruntun terhadap warga Syiah oleh kelompok teroris "Sepah Sahabeh" (Laskar Sahabat), warga Syiah Pakistan melakukan unjuk rasa menuntut pihak yang berwajib Pakistan agar melakukan upaya keras dan serius untuk menghentikan aksi-aksi teror yang menimpa warga Syiah tersebut. Aksi tersebut dihadiri ribuan orang dan berpusat di dua kota besar pemukiman warga Syiah Pakistan, di Karachi dan Queeta.

Menurut Kantor Berita ABNA, menyikapi pembunuhan beruntun terhadap warga Syiah oleh kelompok teroris "Sepah Sahabeh" (Laskar Sahabat), warga Syiah Pakistan melakukan unjuk rasa menuntut pihak yang berwajib Pakistan agar melakukan upaya keras dan serius untuk menghentikan aksi-aksi teror yang menimpa warga Syiah tersebut. Aksi tersebut dihadiri ribuan orang dan berpusat di dua kota besar pemukiman warga Syiah Pakistan, di Karachi dan Queeta. Namun bukannya mendapat perhatian dan simpatik dari pihak kepolisian Pakistan, demonstrasi di Queeta berujung ricuh karena pihak kepolisian berupaya menghentikan jalannya aksi dengan menembakkan senjata api ke arah kerumunan massa. Akibat dari serangan tersebut, dua diantara pengunjuk rasa meninggal dunia. Media setempat menyampaikan kedua korban bernama Mubarak Syah (10) dan Nazir Husain (14), keduanya adalah warga Syiah kota Quueta. Tercatat pula enam orang diantaranya mengalami luka-luka dan masih mendapat perawatan medis di rumah sakit. Berita perkembangan terakhir menyebutkan, empat orang dari mereka telah dinyatakan sembuh dan telah kembali ke rumah masing-masing. Menurut informasi yang didapatkan wartawan ABNA di Pakistan, aksi kepolisian untuk menghentikan aksi unjuk rasa warga Queeta bukan hanya menembakkan senjata api ke arah kerumunan massa namun juga sampai menangkap 35 orang demonstran dan menjebloskannya ke penjara. Diberitakan aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh terjadinya peledakan bom oleh kelompok teroris anti Syiah di Pakistan, yang menyebabkan 6 warga syiah tewas seketika dan satu diantaranya adalah perempuan. Sayang sekali, pihak kepolisian Pakistan sangat lambat dalam merespon setiap laporan dari warga Syiah yang telah berkali-kali mendapatkan teror berdarah. Bahkan, warga Syiah di Pakistan bukan hanya menjadi korban kebiadaban kelompok teroris, tangan pihak kepolisianpun bergelimangan darah warga Syiah Pakistan.