15 Maret 2012 - 02:00
Kode berita: 302748
Presiden Muslim Executive of Belgium (EMB), Isabelle Praile, menolak klaim bahwa motif dibalik peristiwa tersebut dipicu oleh konflik antara Sunni dan Syiah. Katanya masyarakat muslim Syiah dan Sunni selama ini hidup secara harmonis di Brussels.
Menurut Kantor Berita ABNA, dalam sebuah serangan teroris pada masjid Imam Ridha as di kota Brussels ibu kota Belgia, imam jama'ah shalat yang juga merupakan anggota Majma Jahani Ahlul Bait as menjadi korban dan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi ketika azan maghrib waktu setempat baru saja selesai dikumandangkan, dan jama'ah shalat sedang siap-siap memulai shalatnya. Seseorang yang tidak dikenali tiba-tiba melemparkan bom Molotov ke arah masjid, dan menyiramkan bensin yang menyebabkan kobaran api akibat ledakan semakin membesar dan membakar hampir keseluruhan badan masjid, Hujjatul Islam wa Muslimin Syaikh Abdullah Al Dahdoh yang saat itu merupakan imam shalat jama'ah meninggal dunia akibat serangan tersebut. Dikabarkan beliau sempat mendapatkan pertolongan medis, namun diakibatkan luka bakar yang sangat parah membuat tim medis tidak berhasil menyelamtakan nyawanya.
Abdur Ridha Rasyid, ketua Majma Jahani Ahlul Bait Bagian Eropa dan Amerika dalam wawancaranya dengan Kantor Berita ABNA mengatakan bahwa berdasarkan laporan media setempat salah seorang pelaku pengeboman tersebut telah tertangkap dan mengaku sebagai muslim, karena motif kebencian dan permusuhan kepada Syiah makanya ia melakukannya. Namun berita lebih detail mengenai pelaku, masih juga belum terungkap.
Pejabat-pejabat pemerintahan Belgia turut mengecam aksi teror tersebut dan berbela sungkawa kepada keluarga korban, mereka menuntut pula kepada pihak yang berwajib untuk mengetahui lebih jelas mengenai pelaku, dalang dan motif dibalik kejadian tersebut.
Media setempat juga mengabarkan mengenai satu korban jiwa lainnya dari peristiwa tersebut, namun belum ada kabar lebih jelas mengenai korban ataupun kepastian kebenaran berita tersebut.
Pihak kepolisian Brussels menyatakan secara resmi bahwa kejadian tersebut murni dilatar belakangi karena kebencian terhadap mazhab tertentu. Pelaku mengklaim diri sebagai Wahabi dan melakukan aksi teror tersebut dengan niat mendapatkan pahala berdasarkan fatwa beberapa ulama Wahabi mengenai halal darahnya umat Syiah untuk ditumpahkan. Dunia Islam baru saja juga digemparkan oleh fatwa mati Syaikh Aidh Al Qarni atas Bashar Assad presiden Suriah.
Sementara itu Presiden Muslim Executive of Belgium (EMB), Isabelle Praile, menolak klaim bahwa motif dibalik peristiwa tersebut dipicu oleh konflik antara Sunni dan Syiah. Katanya masyarakat muslim Syiah dan Sunni selama ini hidup secara harmonis di Brussels.
Hujjatul Islam Syaikh Abdullah Al Dahdoh (47) adalah imam Masjid Al-Ridha di kota Brussels dan anggota Majma' Ahlul Bait. Beliau juga merupakan alumni Jami'ah Al-Mustafa, Qom Iran yang sedang berkhidmat untuk umat Islam di Eropa.
Umat Islam di Belgia diperkirakan berjumlah 450.000 jiwa dari total 10 juta jiwa penduduk Belgia. Sebagian besar muslim Belgia berasal dari Maghribi dan 120.000 orang berkebangsaan Turki. Di kota Brussels terdapat 77 buah masjid dan musallah.
Berkenaan kejadian tragis tersebut, Majma Jahani Ahlul Bait telah mengeluarkan kecaman dan mengutuk keras kejadian tersebut. Majma juga menuntut pihak yang berwajib untuk tidak mendiamkan kasus pidana tersebut dan bertindak keras terhadap pelaku dan mencari tahu dalang dibalik kejadian tersebut.